Kriteria Investasi yang Dicari Indonesia

Deputi Pengendalian Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Shintaloka Pradita Sicca

VIVA.co.id – Investasi masih menjadi salah satu penopang yang diharapkan mendorong perekonomian tahun ini. Daya beli masyarakat yang masih lesu, serta aktivitas ekspor yang belum menggeliat, menjadikan sektor investasi sebagai daya gedor untuk menggenjot perekonomian domestik.

img_title Rosan Ungkap Separuh Investasi RI Kuartal II 2026 Berasal dari Asing, Tembus Rp257,7 Triliun

Badan Koordinasi Penanaman Modal menyatakan akan terus berupaya mendorong geliat investasi tahun ini. Salah satunya, adalah dengan melakukan roadshow ke berbagai negara untuk menawarkan proyek-proyek strategi nasional yang saat ini digencarkan oleh pemerintah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun tak seperti beberapa tahun sebelumnya, otoritas investasi kali ini hanya akan menawarkan proyek yang memiliki nilai tambah. Terutama, proyek yang mampu mendorong aktivitas perekonomian, serta menyerap tenaga kerja nasional secara masif.

img_title Prabowo: Saya Tak Takut Jokowi, Beliau Punya Banyak Prestasi yang Harus Diakui

“Promosi ke luar negeri tetap BKPM akan lakukan. Tentu, akan lebih fokus dan targetted. Yaitu, ke sektor bidang usaha yang memang kita prioritaskan,” kata Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Modal BKPM Azhar Lubis melalui pesan singkatnya kepada VIVA.co.id, Jakarta, Selasa 1 Juli 2017.

Data BKPM menunjukkan, realisasi investasi selama periode Januari - Juni 2017 mencapai 336,7 triliun. Penanaman modal asing mencapai Rp206,7 triliun, atau naik 5,8 persen dari tahun lalu, sedangkan penanaman modal dalam negeri Rp129,8 triliun, atau naik 26,5 persen dari tahun lalu.

img_title Rosan Pede Peran Strategis RI di ASEAN Bisa Rebut Arus Investasi Asing Berkualitas

Dengan tren enam bulan terakhir, BKPM mengaku yakin mencapai target realisasi investasi tahun ini yang dipatok Rp678,8 triliun. Optimisme tersebut, di dorong dari berbagai kemudahan yang telah diberikan pemerintah melalui paket deregulasi.

“Tentu, persiapan harus lebih matang. Negara dan investor yang dituju harus lebih fokus. Sehingga akan banyak investasi yang berkualitas, yang memang datang karena kita butuhkan,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga mengaku tengah memetakan sejumlah daerah yang nantinya akan di tawarkan kepada investor. Pemerintah ingin, agar sebaran investasi yang selama ini terpusat di pulau Jawa bisa menyebar ke daerah-daerah lain.

Saat ini, realisasi investasi terbesar masih dikuasai oleh wilayah-wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Selatan. Padahal, menurut Himawan, ada beberapa daerah potensial yang mampu menjadi destinasi menarik bagi investor.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut