Apple Akhirnya Bisa 'Ditembus' Malware

Apple Perkenalkan MacBook Pro Terbaru
Sumber :
  • REUTERS/Beck Diefenbach

VIVA.co.id – Malware, atau virus jahat misterius telah menginfeksi ratusan komputer Macbook selama bertahun-tahun, dan tidak ada yang memperhatikan, setidaknya, hingga beberapa bulan lalu.

img_title Dari Malware hingga Brute Force, Ancaman Siber Kini Makin Sulit Dideteksi

Sejak pertama kali muncul pada Juli kemarin, malware bernama FruitFly ini membuat para peneliti menggaruk-garuk kepalanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di permukaan, FruitFly tampak sederhana, karena diprogram untuk memonitor korban melalui webcam secara diam-diam, menangkap layar korban, serta mencatat penekanan tombol.

img_title Hati-hati Main Roblox, Malware Ini Bisa Merusak PC dan Akunmu

Thomas Reed dari perusahaan keamanan siber dan perangkat lunak antimalware, Malwarebytes, mengungkapkan, serangan FruitFly sangat ajaib sejak 2015, karena tidak terdeteksi oleh antivirus apapun.

"Tidak ada indikasi siapa yang berada di belakangnya. Malware ini juga berisi fungsi 'kuno' dan kemampuan kontrol jarak jauh yang tidak sempurna," kata Reed, dikutip Motherboard, Selasa 1 Agustus 2017.

img_title Bahaya Malware di Steam, FBI Turun Tangan!

Versi kedua FruitFly, lanjut dia, bahkan lebih membingungkan lagi. Mantan agen mata-mata hacker, Patrick Wardle bernada sama dengan Reed.

Wardle, yang sekarang mengembangkan alat keamanan gratis untuk komputer Apple dan meneliti keamanan Mac untuk perusahaan Synack mengungkapkan, ketika pertama kali menemukan FruitFly 2 tidak ada perangkat lunak anti-virus yang bisa mendeteksinya.

"Ini mengejutkan. Malware ini sepertinya telah mengintai sekitar 5-10 tahun dan menginfeksi beberapa ratus pengguna. FruitFly dan FruitFly 2 sama misteriusnya," papar dia.

Keduanya pun menduga bahwa FruitFly dan FruitFly 2 memanfaatkan kecacatan pada kode MacOS atau sengaja diinstal oleh seseorang melalui rekayasa sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wardle juga menemukan bahwa FruitFly 2 diprogram untuk mengirim kembali data ke peretas (hacker), atau hacker yang mengendalikannya melalui serangkaian server cadangan apabila komputer utama sedang down.

"Komputer mendaftarkan domain cadangan tersebut dan menginfeksi mesin virtualnya sendiri dengan FruitFly," ujar Wardle. Sementara pihak Apple sendiri masih enggan berkomentar.

Malware.

Waspada! Game Horor Ini Ditemukan Malware Pencuri Data Pengguna

Game horor gratis di Steam dihapus Valve setelah ditemukan malware pencuri data. Simak kronologi, dampak, dan risiko keamanan bagi pemain yang sempat mengunduhnya.

img_title
VIVA.co.id
17 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut