Perlambatan Daya Beli Juga Menerpa Ekonomi China

Pusat perbelanjaan di China
Sumber :
  • REUTERS/Kim Kyung-Hoon

VIVA.co.id – Lambatnya daya beli yang dialami Indonesia beberapa waktu belakangan ini ternyata juga dialami oleh Negeri Tirai Bambu. Bahkan, atas kondisi tersebut China berpotensi alami perlambatan ekonomi dalam beberapa bulan mendatang.

img_title Pajak E-Commerce Ditunda, Purbaya Beberkan Alasannya

Dilansir dari Reuters, pada Kamis 3 Agustus 2017, perlambatan tersebut terlihat dari data sektor jasa China pada Juli 2017. Hal itu sejalan dengan ukuran sektor non-manufaktur yang dirilis Senin lalu di mana sektor jasa melambat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat kondisi tersebut dapat digambarkan bahwa ekonomi China diprediksi sedikit melambat dalam beberapa bulan mendatang. Padahal awal tahun 2017 ekonomi China kembali menguat dengan tumbuh sebesar 6,9 persen.

img_title LPS Ungkap Tabungan Masyarakat di Bank Terus Bertambah, Sinyal Daya Beli Warga Mulai Pulih

Adapun perlambatan terlihat pada purchasing managers' index (PMI) atau indeks pembelian yang disurvei layanan Ciaxin/Markit turun menjadi 51,5 pada Juli dari bulan sebelumnya sebesar 51,6 atau terendah sejak Mei 2016.

Selain itu, meski pada awal tahun banyak bisnis baru berkembang, namun kecepatan tersebut kini mulai melambat. Bahkan, tingkat pertumbuhan pekerjaan baru mereda ke level terendah dalam 16 bulan.

img_title Qodari Ungkap Tarif Listrik Sebenarnya Berpotensi Naik, Pemerintah Pilih Ditahan demi Jaga Daya Beli

Sementara itu, di survei yang sama, ekonomi China masih akan ditopang oleh sektor manufaktur. Di mana China terus mengandalkan industri berat dan stimulus ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negaranya.

Caixin's composite manufacturing and services PMI, yang juga diluncurkan pada Kamis, tercatat naik menjadi 51,9 di Juli 2017 dibandingkan Juni 2017 yang sebesar 51,1 dan merupakan yang tertinggi dalam empat bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kinerja ekonomi China pada Juli lebih kuat dari perkiraan, terutama karena pemulihan yang berkelanjutan di sektor manufaktur," kata Direktur Anlisis Makroekonomi dari CEBM Group, Zhengsheng Zhong.

"Namun, tekanan ke bawah pada ekonomi kemungkinan akan berlanjut karena indeks tersebut mengukur kepercayaan diri yang turun terhadap prospek bisnis dalam 12 bulan ke depan di industri manufaktur dan jasa," ujarnya. (one)

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto

Harga Pertalite Dipastikan Tetap hingga Akhir 2026, Airlangga Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Daya Beli

Pemerintah memastikan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026. Airlangga menyebut APBN menjadi penyangga lonjakan harga minyak dan menjaga daya beli.

img_title
VIVA.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut