BI Nilai Terlalu Dini Sebut Daya Beli Masyarakat Lesu

Gedung Bank Indonesia.
Sumber :
  • REUTERS/Fatima El-Kareem

VIVA.co.id – Bank Indonesia mengaku akan menelusuri denyut ekonomi Indonesia melalui gelontoran belanja yang disalurkan masyarakat dari transaksi digital. Hal tersebut dilakukan, sekaligus untuk mengetahui seberapa besar perubahan pola konsumsi setelah era digital ekonomi terus berkembang.

img_title Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Mulai Melandainya Daya Beli Masyarakat

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budy Waluyo menegaskan, terlalu dini apabila menyebut daya beli masyarakat tengah terkontraksi. Sebab menurutnya, secara garis besar kondisi makro ekonomi nasional pada tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Anomali ekonomi ini masih harus kami kaji. Kami sedang kaji dengan BPS (Badan Pusat Statistik),” kata Dody, Jakarta, Kamis 3 Agustus 2017.

img_title Marak Fenomena Rojali-Rohana, Begini Strategi BI Genjot Konsumsi Masyarakat

Bank sentral mencatat, ada dua indikator yang bisa menjadi acuan untuk menentukan kondisi daya beli masyarakat. Pertama, dari momentum Ramadan dan Lebaran yang harus diakui tidak sepenuhnya memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian, karena konsumsi masyarakat yang tertahan.

“Data Juni itu data dengan transaksi ekonomi yang pendek, karena hanya aktif sepekan dari empat minggu. Data dari sisi ritel misalnya. Produksi, impor, menunjukan perlambatan,” katanya.

img_title PDIP: Ramadhan Momentum Berbagi di Tengah Daya Beli Masyarakat Menurun

Sementara indikator yang kedua, adalah semakin menjamurnya transaksi ekonomi digital, yang dianggap secara tidak langsung memutus rantai kegiatan ekonomi. Menurut Dody, kegiatan konsumsi secara digital belum terekam secara signifikan oleh statistik yang dimiliki para pemangku kepentingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Angkanya belum ada. Masih berkisar ekuivalen US$8 miliar. Itu pun angka yang kami peroleh dari beberapa pelau. Semestinya ini tertangkap ke makro ekonomi kita,” katanya.

Meski demikian, BI menegaskan, terlalu dini jika menyebut daya beli masyarakat saat ini tengah melesu. Bank sentral pun tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini di kisaran 5-5,4 persen, dengan titik tengah di level 5,2 persen.

Ilustrasi kue bulan.

Daya Beli Warga China Melemah, Tradisi Belanja Besar saat Festival Mulai Meredup

Festival Pertengahan Musim Gugur 2026 di China menunjukkan penurunan daya beli masyarakat di sana.Hal ini terbukti dari menurunnya penjualan kotak hadiah hingga kue bulan

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut