Orang Simpan Duit di Dompet Bukan Berarti Daya Beli Turun

Pusat perbelanjaan.
Sumber :
  • Bimo Fundrika / VIVA.co.id

VIVA.co.id – Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Bappenas optimistis, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap produk domestik bruto pada kuartal kedua tahun ini jauh lebih baik dibandingkan kuartal pertama. Pemerintah sekaligus membantah, bahwa saat ini telah terjadi penurunan daya beli.

img_title Bappenas Pastikan Dana Pemerintah Masih Aman Hadapi Dampak El Nino, Fokus pada Penanganan Mendesak

Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menilai, kondisi yang saat ini terjadi bukanlah penurunan daya beli, melainkan pergeseran konsumsi masyarakat. Fenomena tersebut, tak serta merta dipukul rata sebagai penurunan daya beli.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pergeseran pola konsumsi masyarakat tidak berarti penurunan daya beli. Saya pikir konsumsi di kuartal dua akan lebih baik dari kuartal pertama," kata Amalia saat berbincang dengan VIVA.co.id, Jakarta, Jumat, 4 Agustus 2017.

img_title Bappenas Ungkap Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5,19 Juta Ton, Lampaui Target Semester I 2026

Amalia pun memiliki alasan tersendiri, terkontraksinya sejumlah indikator konsumsi masyarakat pada bulan Juni. Menurutnya, tingkat daya beli masyarakat secara kuartal tidak bisa diukur hanya dari data per bulan yang dirilis oleh sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Apalagi, kurang bergeliatnya daya beli pada Juni tak lepas dari produktivitas perusahaan yang menurun karena bertepatan dengan Ramadan dan Lebaran. Sehingga, pemerintah pun menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar karena merupakan hal yang terjadi setiap tahunnya.

img_title Alarm dari Bappenas! Kerugian Ekonomi Akibat Perubahan Iklim Diprediksi Tembus Rp2.005 Triliun

"Daya beli masyarakat tidak boleh dinilai dari satu sektor. Kita harus menilai pengeluaran masyarakat secara keseluruhan," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meskipun ada beberapa indikator konsumsi yang melemah, namun pemerintah meyakini konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional bisa lebih baik dibandingkan kuartal pertama. Pergeseran konsumsi, diyakini tidak memengaruhi daya beli masyarakat.

"Di sektor properti terlihat ada penurunan animo masyarakat. Tetapi kalau kita lihat penjualan mobil masih bagus. Saya cenderung menentukan daya beli turun atau tidak setelah seluruh data kuartal dua," katanya.
 

Kolaborasi Bangun Bangsa Jadi Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Kolaborasi Bangun Bangsa Jadi Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pembangunan Indonesia harus inklusif dan berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

img_title
VIVA.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut