Lion Senggol Wings Air, Pilot Dilarang Terbang

Kondisi sayap pesawat milik Wings Air usai bertabrakan dengan Lion Air di Bandara Internasional Kualanamu Sumatera Utara, Kamis (3/8/2017)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Twitter @GerryS

VIVA.co.id – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menyayangkan adanya insiden senggolan antara sayap pesawat Boeing B737-900 ER registrasi PK-LJZ milik Lion Air, dengan pesawat ATR 72-500 registrasi PK-WFF milik Wings Air, di apron Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Kamis kemarin, 3 Agustus 2017. 

img_title Menhub Belum Putuskan Impor KRL Bekas, KAI Targetkan Pengiriman Mulai Akhir 2026

Dia menegaskan, kejadian ini termasuk insiden serius yang harus dicegah dan diatasi secara seksama untuk mencegah peristiwa berulang dan berdampak terhadap kenyamanan penumpang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kejadian seperti ini harusnya bisa dihindari jika standar dan prosedur operasi pergerakan pesawat di apron dan taxi way dijalankan dengan baik. Apalagi Bandara Kualanamu termasuk bandara besar yang mempunyai apron luas. Untuk itu, kejadian ini harus diusut tuntas penyebabnya agar tidak terjadi lagi di kemudian hari," ujar Agus dikutip dari keterangan resminya, Jumat, 4 Agustus 2017.

img_title Truk ODOL Jadi Sorotan, Kemacetan Pelabuhan Ketapang Diminta Tak Terulang

Meski demikian, Agus berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu mencegah insiden ini menjadi lebih buruk. Mengingat sayap pesawat merupakan bagian penting dari struktur pesawat.

Selain itu, Agus juga meminta agar dua maskapai yang bersangkutan, Lion dan Wings Air, memastikan hal ini tidak terjadi lagi. Sehingga kepentingan penumpang tetap diutamakan. 

img_title Kemenhub Mulai Serahkan Pemenuhan Hak Para Korban KMP Virgo Transport 8 ke Ahli Waris

"Maskapai wajib memenuhi hak-hak penumpang sesuai aturan yang berlaku. Misalnya, memberikan kompensasi jika terjadi keterlambatan dan memberikan transportasi lanjutan dengan pesawat secara gratis untuk mengangkut penumpang ke tujuannya," ujar Agus.

Dari informasi awal, diketahui bahwa sayap pesawat B737-900ER Lion Air dengan nomor penerbangan JT 197 yang melayani penerbangan dari Banda Aceh menuju Medan menyenggol sayap pesawat ATR 72-500 Wings Air nomor penerbangan IW 1252 dari Medan menuju Meulaboh sekitar pukul 10.57 WIB. 

Saat itu pesawat Lion Air baru saja mendarat di runway 23 dan berjalan menuju apron. Pada saat bersamaan, pesawat Wings Air telah berjalan di taxi way Delta menuju landasan dan bersiap untuk terbang (take off). Pada saat itulah sayap dua pesawat tersebut bersenggolan yang membuat sayap-sayapnya rusak berat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebanyak 66 penumpang Wings Air dan 144 penumpang pesawat Lion Air saat kejadian dalam penanganan dua maskapai tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan dua pesawat sudah dipindahkan ke apron yang tidak menganggu operasional pesawat-pesawat di apron Bandara Kualanamu. Selanjutnya dua pesawat tersebut akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk investigasi lebih lanjut. 

Untuk memberikan independensi investigasi saat ini Dirjen Perhubungan Udara memberhentikan personel terkait berupa preventive Grounded untuk Pilot Pesawat. Dan pemberhentian preventive personel ATC yaitu Controller, Asisten controller dan Supevisor dari Airnav Indonesia sebagai operator yang mengatur pergerakan pesawat. (ase)

Ilustrasi penggunaan dry ice untuk urai asap karhutla

48 Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla, 2.458 Penerbangan Terganggu hingga Oktober 2026

Kabut asap karhutla mengganggu 2.458 penerbangan hingga 17 Oktober 2026. Simak daftar bandara terdampak di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut