BTN Incar Pembiayaan KPR Non Subsidi

Direktur Utama BTN Maryono
Sumber :
  • VIVA.co.id/Romys Binekasri

VIVA.co.id – PT Bank Tabungan Negara terus mendorong para pengembang untuk memenuhi kebutuhan rumah dalam program sejuta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kredit konstruksi pun akan semakin dioptimalkan perusahaan. 

img_title Wamen PKP Fahri Hamzah Soroti Tanah Jadi Biang Kerok Harga Rumah Mahal

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, pada semester I tahun ini, pihaknya telah membiayai Kredit Pemilikan Rumah sebanyak 372 ribu unit rumah subsidi. Pembiayaan KPR non subsidi pun akan mulai ditingkatkan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"KPR Subsidi meningkat hampir 100 persen dari yang ditargetkan pemerintah. Untuk ke depan kita tidak hanya KPR subsidi, dan kita juga ingin (non subsidi)," ujarnya di Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017. 

img_title BRI Info Lelang Beri 6 Rekomendasi Rumah Murah di Jabodetabek

Dia mengungkapkan, pada tahun ini target penyaluran KPR yang ditetapkan sebanyak 666 ribu unit rumah. Angka tersebut terdiri dari penyaluran KPR subsidi 504.122 unit dan KPR non subsidi 161.878 unit rumah. 

"Jadi hari ini kita khusus sengaja mengundang developer kelas menengah, supaya bagaimana kita bisa bersama-sama memasarkan produk dari developer dan nasabah mitra kerja kita," tutur Maryono.

img_title Kata Menteri Basuki soal Program 3 Juta Rumah Prabowo-Gibran

Meskipun demikian dia menegaskan, pembiayaan KPR Subsidi akan tetap menjadi prioritas BTN. Sehingga, dipastikan implementasi program satu juta rumah dapat terwujud sesuai dengan rencana. 

"KPR subsidi sudah menjadi core dari Bank BTN, dari 1974 sampai dengan sekarang pertumbuhan KPR subsidi meningkat," katanya.

Perang Ukraina vs Rusia.

Warisan Uni Soviet Jadi Titik Lemah Ukraina di Musim Dingin

Kota-kota di seluruh Uni Soviet, termasuk Ukraina, jadi fokus program pembangunan besar-besaran yang diluncurkan pada 1950-an untuk memproduksi rumah murah secara massal.

img_title
VIVA.co.id
26 Januari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut