Bappenas: Atasi Ketimpangan RI Harus Gotong Royong

Tempat tinggal warga miskin di Jakarta.
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id – Pemerintah mengakui sulit untuk menyelesaikan masalah ketimpangan dan kemiskinan di Indonesia dengan cara bekerja sendiri. Untuk itu, pemerintah membutuhkan partisipasi masyarakat agar upaya itu bisa lebih agresif.

img_title Bappenas Pastikan Dana Pemerintah Masih Aman Hadapi Dampak El Nino, Fokus pada Penanganan Mendesak

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegero mengatakan, ketimpangan dan kemiskinan di Indonesia saat ini merupakan masalah bersama, sehingga kolaborasi bersama penting dilakukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, kolaborasi itu bisa dengan menggandeng semua kalangan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Akademisi, Pemerintah Daerah, Swasta dan pemangku kepentingan Indonesia lainnya. 

img_title Bappenas Ungkap Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5,19 Juta Ton, Lampaui Target Semester I 2026

"Peran serta swasta sangat berperan dalam hal ini (ketimpangan dan kemiskinan). Demikian pula pemerintah daerah, karena apapun programnya pada akhirnya akan dieksekusi daerah," ujar Bambang dalam keterangannya, Jumat, 11 Agustus 2017.

Ia mengungkapkan, pentingnya peran serta dari masyarakat seperti swasta dan pemerintah daerah tentunya karena, pemerintah pusat akan fokus memperbaiki taraf hidup 40 persen penduduk terbawah dalam struktur ekonomi. 

img_title Alarm dari Bappenas! Kerugian Ekonomi Akibat Perubahan Iklim Diprediksi Tembus Rp2.005 Triliun

Itu artinya, intervensi pemerintah akan difokuskan pada kelompok masyarakat tersebut. Dan sejauh ini, pemerintah sudah baik polanya mengurangi kemiskinan, tetapi belum cukup agresif. 

"Tentu banyak area yang harus diperbaiki," ujar Bambang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menambahkan, saat ini pemerintah punya komitmen yang kuat dalam mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan. Setidaknya, hal tersebut tertuang dalam Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. 

Pada 2019, tingkat kemiskinan diharapkan dapat turun menjadi 7-8 persen dari angka baseline 11,22 persen di tahun 2015. Demikian pula, angka ketimpangan diupayakan menurun dari 0.408 di 2015 menjadi 0.36 di akhir RPJMN.

Kolaborasi Bangun Bangsa Jadi Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Kolaborasi Bangun Bangsa Jadi Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pembangunan Indonesia harus inklusif dan berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

img_title
VIVA.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut