Alasan Jonan Pilih Jargas Ketimbang Tabung Gas Melon

nyala api - kompor - api biru - gas bisa jadi sumber racun CO
Sumber :
  • REUTERS/Nigel Roddis

VIVA.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menekankan keunggulan penggunaan jaringan gas bumi atau jargas untuk rumah tangga. Jargas diyakini lebih aman dan tekanannya lebih rendah ketimbang gas tabung elpiji 3 kg. 

img_title Pangkas Ketergantungan Impor LPG, Pemerintah Genjot Jaringan Gas Rumah Tangga

Hal itu diungkapkan Jonan saat berbincang dengan warga yang di rumahnya sudah tersambung pipa gas di Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu,13 Agustus 2017. Jargas di Kabupaten Mojokerto ini pun ditargetkan akan mengalir pada Januari 2018. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nanti Januari 2018 akan mengalir. Jadi (warga) akan lebih hemat, lebih aman, tekanannya rendah hanya 0,1 bar, juga tidak bikin naik biaya," ujar Jonan usai menandatangani berita acara serah terima meter gas kepada Eva Tineke, calon pelanggan, seperti dikutip dalam laman kementerian ESDM, Senin, 14 Agustus 2017. 

img_title PGN Pastikan Stabilitas Pasokan Gas di Jabar dan Sumatera

Lebih lanjut, Jonan menuturkan, syarat rumah tangga yang diprioritaskan dalam pemasangan gas adalah rumah tangga sederhana. 

"Diprioritaskan untuk rumah tangga sederhana sesuai arahan Presiden, penggunaan energi dalam negeri harus lebih baik dan diutamakan untuk rakyat," ucap Jonan.

img_title Imbas Ledakan Pipa Pertamina EP Subang, Pasokan Gas ke 9.000 Pelanggan Diputus

Sebagai informasi, Infrastruktur jargas di Kabupaten Mojokerto ini mendapatkan alokasi gas dari Kangean Energy Indonesia sebesar 0,25 juta kaki kubik (MMSCFD). 

Jargas di Kabupaten Mojokerto ini merupakan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dan dikerjakan oleh anak usahanya PT Pertamina Gas (Pertagas) melalui APBN Tahun Anggaran 2017, yang didedikasikan untuk 5.101 Sambungan Rumah Tangga di Kecamatan Ngoro, dengan nilai kontrak sebesar Rp37,8 miliar. 

Jonan pun menjelaskan, dengan menekan penggunaan elpiji 3 kg ini, impor elpiji juga dapat ditekan. "LPG itu impornya (sampai) 4,5 juta ton, maka impor bisa kurang dengan jargas karena gas langsung (dimanfaatkan untuk) domestik," terang Jonan.

Sementara itu, calon pelanggan bernama Eva, mengaku, sebelumnya memasak menggunakan tabung elpiji 3 kg. Dia pun lebih sering memilih untuk membeli masakan di luar rumah dibanding memasak sendiri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dua bulan sekali saya ganti Pak, karena takut (gasnya besar), nanti jargas (tekanannya) kecil jadi enggak takut lagi," ungkapnya.

Selain masalah keamanan, ia berharap hadirnya jargas di Mojokerto juga bisa menghemat pengeluaran bulanannya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut