Harga Beras Ditetapkan, Pedagang Hingga Petani Tak Keberatan

Ilustrasi Petani.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yusran Uccang

VIVA.co.id – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengaku tak dirugikan dengan adanya kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan. Patokan harga tersebut diyakini tidak membebani pengusaha sektor ritel.

img_title 2 Tahun Prabowo-Gibran, Mentan: Kesejahteraan Petani Tertinggi Sepanjang Sejarah

Menurut Sekretaris Jenderal Aprindo, Solihin, dengan patokan harga eceran beras terbaru itu, margin keuntungan bagi pedagang ritel masih didapat dengan angka yang wajar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pasti ada (keuntungan). sekali lagi, tidak ada peritel mana pun yang menjual beras dengan keuntungan yang besar," kata Solihin di kantor Kementerian Perdagangan, Kamis 24 Agustus 2017.

img_title Hari Pangan Sedunia, Pemberdayaan Petani di Bali Dirahkan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Di satu sisi dia menjelaskan, peritel masih menjual beras dalam kemasan dengan berat 5 kg saat ini. Namun ke depannya, tidak menutup kemungkinan akan menjual separuhnya atau 2,5 kg dalam satu kemasan.

"Tidak menutup kemungkinan menjual 2,5 kg dengan harga yang sama. artinya dibagi dua (dari 5 kg)," kata dia. 

img_title Harga Beras Premium Naik saat Bukan Musim Panen, Ini Pemicunya

Dia pun memastikan tak akan ada perubahan laba dengan adanya kebijakan baru HET yang ditetapkan oleh Kemendag. 

"Dari dulu enggak gede (untungnya), yang jelas di bawah 10 persen dari distributor. Keuntungan peritel di bawah 10 persen dengan HET sekarang. Sekarang sudah pasti (untungnya) di bawah lagi," tegas dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal senada diungkapkan oleh Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi). Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso mengatakan, dengan HET beras yang ditetapkan di pulau jawa sebesar Rp9.450 untuk beras medium, maka harga pembelian pemerintah (HPP) di tingkat petani akan berada di kisaran Rp4.600 sampai Rp5.000 per kg.

"Jadi sebenarnya pemerintah telah memperhatikan kondisi harga saat ini, HPP nya sekitar Rp4.600-5.000 per kg. Insya Allah (petani) enggak (rugi). karena usulan kita sekitar-sekitar itu," kata Sutarto. (ren)
 

Wakil Ketua MPR RI, Ibas Yudhoyono

Kawal Program Irigasi di Grobogan, Ibas: Infrastruktur Harus Dimanfaatkan untuk Kesejahteraan Rakyat

Ibas Yudhoyono menegaskan pentingnya pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut