KPPU Wajib Ungkap Trader yang Buat Gas Industri Mahal

Pemanfaatan Gas Bumi untuk Industri
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat meminta keberanian Komisi Pengawas Persaingan Usaha mengungkap sejumlah pihak yang menyebabkan harga gas di wilayah Medan, Sumatera Utara tinggi. Apalagi, hal ini menyangkut keberlangsungan industri tersebut.

img_title Wamen ESDM Buka Peluang Pelaku Industri Boleh Impor Gas Sendiri

Hal ini menyusul kasus monopoli harga gas di Medan yang melibatkan PT Perusahaan Gas Negara. Namun, hasil persidangan kasus tersebut sama sekali tak menemukan adanya praktik monopoli yang dilakukan perusahaan pelat merah sektor gas tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita berharap bisa segera mengetahui di mana kesalahannya. Apakah ada di level regulasi, atau memang ada pihak yang mencari keuntungan," kata Anggota Komisi VI DPR, Siti Muka rumah, dikutip melalui keterangannya, Jakarta, Jumat 8 September 2017.

img_title Bahlil Kasih Sinyal Pangkas Jumlah Industri Penerima Harga Gas Murah

Anggota Komisioner KPPU, Saidah Sakwan pun mengakui, bahwa sampai saat ini belum mendapatkan bukti kuat, atas adanya praktik monopoli harga yang dilakukan PGN. Meski demikian, KPPU menemukan adanya indikasi permainan harga yang dilakukan sejumlah trader.

"Kalau PGN terbukti tidak bersalah, nantinya keputusan diambil majelis hakim," kata Saidah.

img_title Linde Umumkan Mulai Pasok Gas Indusri ke Smelter Freeport Indonesia

KPPU pun diharapkan secara objektif maupun komprehensif mengumpulkan fakta dan saksi-saksi untuk menjelaskan dalam persidangan. Terlebih, para trader tersebut terindikasi menjadi penyebab harga jual gas industri di Medan masih berada pada level US$9,5 per mmbtu.

Struktur pembentukkan harga jual gas di Medan dipengaruhi oleh beberapa komponen. Pertama, komponen harga gas hulu (upstream), di mana sumber pasokan gas Medan diambil dari kilang Bontang yang kemudian diregasifi melalui fasilitas milik PT Pertamina (Persero) di Arun, Aceh.

Setelah diregasifikasi, gas tersebut disalurkan melalui pipa transmisi Arun-Belawan milik PT Pertamina Gas (Pertagas) sepanjang 350 km. Selain dari Bontang, pasokan gas ke Medan juga diperoleh dari produksi Pertamina EP yang diangkut melalui pipa transmisi gas bumi Pangkalan Susu-Wampu yang dikelola Pertagas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam praktiknya, selain biaya regasifikasi, Pertamina dan Pertagas menetapkan margin atas kegitan pengangkutan. Namun sebelum masuk ke jaringan pipa, transmisi milik PGN harus lebih dulu melewati "keran" sejumlah trader yang diketahui tidak memiliki jaringan pipa.

Sehingga dengan demikian, PGN terpaksa harus membeli gas dengan harga yang relatif tinggi sebelum dijual ke konsumen di wilayah Medan.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Saleh Husin

Pasokan Minim, Kadin Minta Pemerintah Buka Keran Impor Gas untuk Industri

Kadin Indonesia mendesak pemerintah membuka peluang bagi industri nasional untuk mengimpor gas bumi.

img_title
VIVA.co.id
7 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut