Jurus RI Padamkan Kampanye Negatif Sawit di Italia

Pekerja perkebunan kelapa sawit di Sumatra Utara
Sumber :
  • REUTERS/Y.T Haryono/Files

VIVA.co.id – Indonesia kini tidak saja gencar mempromosikan pariwisata nusantara di mancanegara. Produk-produk andalan Indonesia pun lagi kencang-kencangnya dikampanyekan di seluruh dunia.

Ekonomi Kuartal-IV Tumbuh 5,02%, Ini Andil Harga Sawit dan Batu Bara

Di negara-negara Eropa, termasuk Italia, kampanye itu tidak hanya memasarkan produk, namun juga punya fungsi edukatif. Terutama dalam memadamkan kampanye negatif soal produk sawit asal Indonesia, yang sedang mendapat sorotan di Eropa.  

Misi itu yang dijalankan oleh wakil pemerintah Indonesia di Italia. Atase Pertanian dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma, Yusral Tahir, mengungkapkan bahwa promosi lewat media luar atau iklan yang tengah diterapkan tidak hanya untuk mempromosikan komoditas unggulan Indonesia – seperti sawit, kopi dan karet serta promosi objek wisata – namun juga sekaligus sebagai langkah proaktif untuk mengimbangi kampanye negatif terhadap sawit Indonesia. Karena itulah, maka salah satu desain promosi kali ini mengambil tema komoditas sebagai sumber energi terbarukan, lanjut Yusral.

Di Depan Sri Mulyani, Wagub Sumut Minta Bagi Hasil Pajak Kebun Sawit

Dia juga mengungkapkan bahwa  konsumen di Italia sebenarnya sangat dewasa sehingga relatif tidak mudah terpengaruh kampanye negatif terhadap komoditas sawit. Hingga saat ini, sawit tetap menjadi salah satu campuran utama dalam produk makanan, kosmetik serta digunakan dalam program green energy di Italia.

"Namun KBRI Roma tetap mengkampanyekan sawit Indonesia sebagai komoditas yang tidak merugikan kesehatan dan perkebunan sawit telah dikelola dengan mengedepankan perlindungan lingkungan", ungkap Yusral, seperti yang disiarkan oleh KBRI Roma hari ini.

Mendag Luruskan Salah Tafsir Soal DMO-DPO Minyak Goreng

Sementara itu, Atase Perdagangan Sumber Sinabutar mengungkapkan bahwa promosi sawit memang penting karena ekspor terbesar Indonesia ke Italia adalah sawit, dengan nilai US$ 642 juta pada tahun 2016. Dikatakan bahwa iklan di media luar tersebut berpengaruh langsung terhadap upaya promosi komoditas ekspor Indonesia ke Italia. Kini, KBRI Roma dan Pusat Promosi Dagang Indonesia (ITPC) semakin banyak menerima permintaan informasi dari kalangan swasta Italia yang tertarik untuk menjajagi impor berbagai produk dan komoditas dari Indonesia.

Italia merupakan salah satu mitra terpenting Indonesia di Uni Eropa dengan total nilai perdagangan bilateral mencapai US$ 2,95 Miliar pada tahun 2016. Berbeda dengan perdagangan bilateral dengan negara-negara maju lainnya, hubungan perdagangan dengan Italia menguntungkan Indonesia dan mampu mencetak surplus hingga lebih dari US$ 100 juta pada tahun 2016.

Ekspor terbesar Indonesia ke Italia termasuk sawit, kopi, tekstil, alas kaki, produk dari karet dan polyester. Sementara itu, Indonesia banyak mengimpor barang modal dari Italia seperti mesin industri serta barang konsumsi. (ase)

Bursa Efek Indonesia / BEI atau Indonesia Stock Exchange / IDX

Ekspansi Bisnis, Sumber Tani Agung Bidik Rp530,63 M dari IPO

Perusahaan kelapa sawit itu akan menggunakan seluruh dana yang diperoleh dari IPO tersebut untuk ekspansi bisnis.

img_title
VIVA.co.id
10 Februari 2022