Ada Skytrain, Waktu Tempuh Antar Terminal Cuma Tiga Menit

Tampak dalam skytrain di Bandara Soetta, Tangerang, Banten.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fikri Halim

VIVA.co.id – Kereta antarterminal, atau skytrain bandara Soekarno-Hatta resmi beroperasi mulai hari ini, Minggu 17 September 2017. Untuk pengoperasian tahap pertama ini, skytrain akan menghubungkan terminal 2 dan terminal 3 terlebih dahulu.

img_title Kereta Bandara Soetta Beroperasi Sampai Tengah Malam Mulai Hari Ini, Cek Jadwalnya!

VIVA.co.id berkesempatan mencoba langsung menaiki kereta yang juga disebut Automated People Mover System itu. Dengan kecepatan maksimal 60 kilometer per jam, skytrain hanya memakan waktu tempuh tiga menit dari terminal 3 ke terminal 2, begitu pun sebaliknya. Adapun jarak antara terminal 3 ke terminal 2 adalah sepanjang 1,7 km.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau waktu tunggunya atau headway adalah lima menit di shelter terminal," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin di sela peninjauan pengoperasian skytrain Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Minggu 17 September 2017.

img_title Terobos Perlintasan Tanpa Palang, Pemotor Wanita di Cengkareng Tewas Mengenaskan Tertemper Kereta Bandara

Dalam tahap awal, pengoperasian skytrain tidak lantas dioperasikan selama 24 jam meski nanti akan ditargetkan seperti itu. Manajemen Angkasa Pura kini memberlakukan jam pengoperasian pada waktu-waktu tertentu.

"Kita mengoperasikan dalam waktu tertentu untuk beberapa waktu ini. Jam pertama adalah 07.00-10.00 pagi, lalu 12.00-14.00, 17.00-19.00," kata dia.

img_title Sempat Dihentikan, Kalayang Bandara Soetta Kembali Beroperasi

Pengoperasian skytrain ini juga tidak lantas menghentikan operasional shuttle bus di bandara Soetta. Namun, ujar Awaluddin, tentu dengan shuttle bus waktu tunggu atau headway yang dibutuhkan akan lebih lama ketimbang skytrain.

"Kita tidak kemudian kita hentikan bus, tetap kita operasikan, tetapi kalau bus memang 15 menitan sampai," ujar dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awaluddin menerangkan, skytrain akan mampu mengakomodasi kebutuhan penumpang untuk berpindah dengan cepat antar terminal. Sehingga, penumpang dapat mengatur jadwal keberangkatannya dengan lebih baik.

"Kereta antar terminal, memberikan fasilitas untuk mempercepat, minimum connected time-nya. Misalnya saya berangkat 12.30 WIB, saya harus berada di terminal kereta bandara jam berapa, dan sebagainya," ujarnya.

Kalayang atau skytrain bandara soetta (foto ilustrasi)

Kemenhub Kaji Skytrain Jadi Feeder LRT Jabodebek dan MRT Jakarta

Wakil Menteri Perhubungan, Suntana mengatakan, saat ini pihaknya masih mengkaji rencana penyediaan kendaraan pengumpan alias feeder untuk mengintegrasikan LRT dan MRT.

img_title
VIVA.co.id
11 Juni 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut