Luncurkan Mobile Payment di India, Google Bidik Indonesia

Aplikasi Tez.
Sumber :
  • https://tez.google.com/

VIVA.co.id – Perusahaan teknologi Google semakin mengembangkan sayap bisnisnya. Kali ini, mereka meluncurkan layanan pembayaran mobile (mobile payment) terbaru yang disebut Tez.

img_title Google Tidak Berkutik di Rusia

India adalah negara pertama di Asia yang menjadi pilot project Google. Mengutip situs Betanews, Senin, 18 September 2017, layanan ini merupakan pijakan awal Google terjun di dunia pembayaran digital di Asia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tez memungkinkan pengguna menautkan atau menambahkan nomor rekening banknya ke aplikasi dan kemudian menggunakan ponsel mereka untuk melakukan pembayaran dan transfer secara langsung.

img_title HP Sering Penuh dan Lambat? Ini 5 Aplikasi yang Bisa Membantu Mengelola Penyimpanan dengan Lebih Efisien

Dengan dukungan pemerintah melalui Unified Payments Interface (UPI), layanan ini kompatibel dengan sejumlah bank besar. Saat ini, Tez hanya terbatas di India, namun tampaknya ada rencana untuk menyebarkannya lebih jauh.

Dalam keterangannya, Google menggambarkan Tez sebagai cara sederhana untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari. Mulai dari mentransfer uang, membayar tagihan makan malam dengan teman, atau membelikan barang untuk orang terkasih.

img_title Google Pixel 11 Pro XL vs iPhone 18 Pro Max, Mana yang Lebih Layak Dibeli Akhir Tahun Ini?

"Jadi, mau pembayaran dalam jumlah besar atau kecil, bisa melalui Tez. Aplikasi pembayaran digital Google yang baru untuk masyarakat India," bunyi keterangan resmi Google.

Pascapeluncuran, sudah ada beberapa mitra nama besar ingin bergabung, di antaranya Dominos dan Jet Airways.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Google juga mendorong para pebisnis ritel atau UKM untuk membuat saluran bisnisnya secara online, sehingga mereka dapat dengan mudah menerima pembayaran menggunakan Tez.

Sementara layanan saat ini hanya diluncurkan di India, Google juga telah mendaftarkan namanya sebagai merek dagang di Indonesia dan Filipina. Dengan demikian, layanan ini kemungkinan besar akan masuk dua negara tersebut untuk sasaran berikutnya.

Natalie Harp dan Presiden AS Donald Trump.

Apple dan Google Tunduk sama Donald Trump, Ganti nama Danau Ontario jadi Amerika

Apple dan Google telah mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika di aplikasi layanan peta mereka, setelah perintah dari Presiden AS Donald Trump.

img_title
VIVA.co.id
2 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut