Akuisisi HTC, Google Ingin Saingi Apple

Logo Google dan HTC.
Sumber :
  • Reuters/Dado Ruvic

VIVA.co.id – Keputusan Google mengakuisisi perusahaan pembuat ponsel pintar (smartphone) asal Taiwan, HTC, senilai US$1,1 miliar (Rp14,6 triliun) dinilai untuk menyaingi iPhone milik Apple.

img_title HP Sering Penuh dan Lambat? Ini 5 Aplikasi yang Bisa Membantu Mengelola Penyimpanan dengan Lebih Efisien

Meskipun Google mengendalikan piranti lunak (software) yang didistribusikan ke lebih dari 2 miliar smartphone Android di seluruh dunia, namun perusahaan teknologi asal AS itu tidak memiliki banyak pengaruh tentang bagaimana perangkat sebenarnya dibuat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan laporan International Data Corporation, bila dilihat dari peta smartphone dunia, maka pasarnya hanya terbagi antara Apple dan Samsung. iPhone Apple menyumbang 12 persen dari penjualan smartphone global, sementara Samsung menyumbang 23 persen.

img_title Google Pixel 11 Pro XL vs iPhone 18 Pro Max, Mana yang Lebih Layak Dibeli Akhir Tahun Ini?

Dapat dikatakan, akuisisi atas HTC ini merupakan bentuk keseriusan Google untuk menguasai piranti keras (hardware). Raksasa internet itu mencaplok divisi HTC yang membuat smartphone Google Pixel.

Transaksi secara tunai itu membuat Google berhak atas 2.000 karyawan HTC atau sekitar seperlima dari seluruh karyawan vendor asal Taiwan tersebut.

img_title Hakim Sebut Kebijakan Chromebook Nadiem Untungkan Google

Google Hardware Chief, Rick Osterloh, lalu melihat Apple sebagai contoh, di mana perusahaan teknologi yang didirikan Steve Jobs itu merancang piranti lunak dan keras untuk semua produknya, termasuk iPhone.

"Karena itu mereka bisa membuat piranti lunak baru dengan memanfaatkan piranti keras, seperti fitur kamera Portrait Mode iPhone," kata Rick, seperti dikutip TIME, Jumat, 22 September 2017.

Akuisisi Motorola

Ia melanjutkan, Potrait Mode memanfaatkan sistem kamera ganda yang tersedia di iPhone 7 Plus dan iPhone 8, sehingga memungkinkan untuk menangkap foto dengan lebih mendalam.

"Kalau tidak bergerak (akuisisi HTC) maka akan sulit bagi kami untuk melakukan apa yang dilakukan Apple. Karena, ada begitu banyak jenis perangkat Android yang berbeda pabrikan sehingga semuanya memiliki spesifikasi yang berbeda," paparnya.

Rick memaparkan apabila Google ingin dipandang sebagai inovator di bisnis smartphone, seperti Apple dan Samsung, mau tidak mau, harus lebih serius menggeber kekuatannya di hardware.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi korporasi Google ini menandakan sebuah perubahan besar dalam strategi produk mereka. Sebelumnya, Google telah berusaha mendongkrak kehadirannya di pasar pembuatan smartphone.

Raksasa pencarian tersebut pernah mengakuisisi Motorola pada 2011 senilai US$12,5 miliar, namun dijual ke Lenovo. Sementara itu, HTC menghadapi kesulitan keuangan dalam beberapa tahun terakhir yang membuat karyawannya terpangkas 15 persen pada 2015.

Ilustrasi Google.

Google Tidak Berkutik di Rusia

Pengadilan Kasasi Rusia menguatkan putusan yang mewajibkan Google Irlandia mengembalikan dana sebesar 160,3 miliar Rubel (Rp27,2 triliun) kepada Google LLC.

img_title
VIVA.co.id
31 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut