Kemenaker Bingung Banyak Lulusan SMK Masih Nganggur

Ilustrasi Hari Pertama Pelaksanaan UNBK SMK
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

VIVA.co.id – Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bambang Satrio Lelono membenarkan, masih banyak lulusan Sekolah Menegah Kejuruan dan Politeknik yang menganggur.

img_title Angka Pengangguran Indonesia Turun ke 4,65 Persen, Terendah Sejak 1994

Fakta itu bertolak belakang dengan tujuan SMK, maupun politeknik. Yaitu, lembaga pendidikan yang seharusnya mempersiapkan sumber daya manusia siap pakai dalam dunia industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini unik, karena SMK didesain untuk menghasilkan lulusan siap pakai di dunia kerja. Tetapi, ternyata mayoritas lulusannya harus ke BLK (Balai Latihan Kerja) dulu. Nah, kami juga bertanya-tanya soal ini," ujarnya di Makassar, Senin 2 Oktober 2017.

img_title Atasi Pengangguran, Polres Metro Bekasi Kota Gandeng PT Sentosa Garmindo Melalui Program POLIRAN

Bambang menjelaskan, angka pengangguran SMK di Indonesia saat ini sebesar 9,27 persen merupakan yang tertinggi secara persentase, tetapi bukan untuk kuantitas. Merujuk data BPS periode Februari 2017, dari 131,55 juta orang yang masuk sebagai angkatan kerja, tercatat 124,54 juta orang yang bekerja. Sisanya, yakni 7,01 juta orang berstatus pengangguran.

"Lulusan SMK banyak yang nganggur. Bukan jumlah (kuantitas) ya, tetapi persentase. Ini memang unik, kenapa malahan justru lulusan SMK yang banyak nganggur. Kondisinya memang demikian," tutur dia.

img_title Indonesia Cetak 1,26 Juta Sarjana per Tahun, tetapi 1,3 Juta Lulusan Perguruan Tinggi Menganggur

Fenomena tidak siapnya lulusan SMK bersaing di dunia kerja, menurutnya, menjadi perhatian pemerintah saat ini. Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Instruksi Presiden atau Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bambang menyebut, terdapat 12 kementerian/lembaga negara yang mendapatkan perintah pembenahan SMK. Khusus Kementerian Ketenagakerjaan, atau Kemenaker, ada empat arahan khusus yang mesti dilakukan untuk mendongkrak kualitas alumnus SMK.

Yaitu, pendataan lulusan SMK, baik itu kualifikasi, kejuruan dan tempatnya, serta fasilitasi siswa SMK untuk melakukan praktik di BLK. Kemudian, revitalisasi BLK dan penyelesaian standar kompetensi. (asp)

Pelatihan pangkas rambut bagi peserta lintas ormas melalui program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) di Bekasi

Tekan Pengangguran, Polisi Bekasi Bekali Warga Keahlian Pangkas Rambut

Polres Metro Bekasi Kota menggelar kursus pangkas rambut melalui program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) yang diikuti 38 peserta dari berbagai organisasi.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut