Kurangi Beban APBN, Menhub Swastakan Bandara dan Pelabuhan

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi
Sumber :
  • VIVA.co.id/M. Ali. Wafa

VIVA.co.id – Isu penjualan bandara dan pelabuhan milik Badan Usaha Milik Negara ke pihak swasta kembali muncul. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, upaya itu bagus untuk pengurangan alokasi APBN yang digunakan untuk mengelola bandara dan pelabuhan selama ini.

img_title Menhub Belum Putuskan Impor KRL Bekas, KAI Targetkan Pengiriman Mulai Akhir 2026

"Kita juga akan menswastakan 10 bandara dan 20 pelabuhan untuk diberikan kepada swasta supaya bandara dan pelabuhan yang 30 ini jangan makan APBN lagi," kata Budi di Red Top Hotel Pecenongan, Jakarta Pusat, Selasa 10 Oktober 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Budi, jika bandara diberikan pengelolaannya ke swasta, maka pemerintah justru akan memperoleh Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Namun, Ia tak menjelaskan berapa potensi PNBP yang akan diterima.

img_title Truk ODOL Jadi Sorotan, Kemacetan Pelabuhan Ketapang Diminta Tak Terulang

Ia hanya memastikan dengan adanya sistem itu, APBN dapat dimanfaatkan untuk pembangunan daerah terpencil.

"Harapannya satu, memang mereka spesialis sebagai operator, sehingga mereka bisa lebih baik. Supaya apa, supaya uang APBN yang tadinya kita pakai untuk membayar kegiatan-kegiatan yang tadinya untuk Timika, kita kasih untuk Ilaga (daerah di Papua)," kata dia.

img_title Kemenhub Mulai Serahkan Pemenuhan Hak Para Korban KMP Virgo Transport 8 ke Ahli Waris

Pada intinya, Ia mengatakan, ini akan dapat menghemat APBN agar digunakan untuk daerah pinggiran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjabarkan beberapa bandara yang rencananya akan diswastanisasi diantaranya adalah bandara Belitung, Bengkulu, Tjilik Riwut, Tarakan, Samarinda, Banyuwangi, Palu, Kendari, Jayapura. Selain itu, Ia mengatakan, juga ada sebanyak 20 pelabuhan yang sudah dilepas ke swasta atau dalam rencana pelepasan ke swasta.

"Kalau pelabuhan kan yang sudah kita lepas kan yang probolinggo, juga ada Bima, ada Sintete, ada Saingapu, ada 20 pelabuhan totalnya," katanya.

Ilustrasi penggunaan dry ice untuk urai asap karhutla

48 Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla, 2.458 Penerbangan Terganggu hingga Oktober 2026

Kabut asap karhutla mengganggu 2.458 penerbangan hingga 17 Oktober 2026. Simak daftar bandara terdampak di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut