Alibaba Klaim Platformnya Beda dengan Milik Google

Google AdWords.
Sumber :
  • google.com

VIVA.co.id – Alibaba Mobile Business Group baru saja meluncurkan produk terbarunya, UC Ads. Platform penyedia pemasaran iklan ini diklaim berbeda dengan pendahulunya, AdWords, milik Google.

img_title China Protes BYD hingga Alibaba Masuk 'Daftar Hitam' AS

General Manager Business Alibaba Mobile Group, Kenny Ye mengaku, perbedaan UC Ads dan AdWords terletak pada persebaran pemasaran iklan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

UC Ads memiliki berbagai fitur untuk penyebaran iklan. "UC Ads lebih spesifik. Kami sebarkan iklan di UC Browser dan UC News," ujar Kenny, di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 12 Oktober 2017.

img_title Begini Jadinya Beli Range Rover Murah Meriah di e-Commerce

Pada dasarnya, UC Ads didesain dengan menganalisa big data yang diperoleh melalui perilaku jaringan untuk melacak pelanggan potensial bagi pengiklan.

Kemudian, secara terprogram menayangkan iklan kepada target pengguna tertentu dalam sebuah skenario yang sesuai. Ia menambahkan UC Ads juga memberikan solusi konten yang berpengaruh dan instan.

img_title Perkuat Ekosistem Digital RI, GoTo Gandeng Tencent dan Alibaba

AdWords merupakan platform periklanan dari Google, di mana pengguna dapat mengatur iklan bisnis. Di sini pengguna bisa mengatur tempat penempatan iklan di Google Search atau jaringan Google, lokasi target pasar, bahasa, dan lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih spesifik, Google juga mempunyai AdSense, platform yang berguna untuk menampilkan iklan Google AdWords di situs web individual. 

Selanjutnya, Google akan membayar penayang web untuk iklan yang ditampilkan di situs mereka berdasarkan klik pengguna pada iklan atau tayangan iklan, bergantung pada jenis iklan. (ase)

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

Bisnis Kripto Trump Disorot, World Liberty Pakai AI China yang Masuk Daftar Risiko AS

Bisnis kripto Presiden Donald Trump, World Liberty Financial, bekerja sama dengan WorldClaw yang menawarkan model AI China yang disorot pemerintah AS.

img_title
VIVA.co.id
18 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut