Respons Bank terhadap Bauran Kebijakan BI Masih Lambat

Bank Indonesia.
Sumber :
  • REUTERS/Fatima El-Kareem

VIVA – Bank Indonesia telah melonggarkan kebijakan moneternya melalui jalur suku bunga sepanjang tahun ini sebesar 175 basis poin. Keputusan bank sentral menurunkan tingkat suku bunga acuan, diharapkan dapat diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan, khususnya suku bunga kredit.

img_title IHSG Terkoreksi ke 7.544, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BI

Meskipun transmisi saat ini masih berjalan, bank sentral mengakui bahwa respons perbankan terhadap bauran moneter BI belum terakselerasi dengan maksimal. Konsolidasi perbankan yang saat ini masih terjadi, menjadi alasan perbankan cukup lambat merespons kebijakan BI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Doddy Budi Waluyo, mengungkapkan, transmisi kebijakan moneter BI kepada suku bunga dengan tenor 12 bulan jauh lebih cepat dari yang dibayangkan. Dalam dua bulan terakhir, suku bunga tenor 12 bulan berhasil turun 50 basis poin.

img_title Tok! The Fed Tahan Suku Bunga 3,5 Persen, Arah Ekonomi AS Abu-Abu Efek Perang Iran

“Suku bunga di JIBOR, PUAB, dan operasi moneter lebih cepat dari penurunan suku bunga policy kami,” kata Doddy, dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis 19 Oktober 2017.

Meski demikian, respons perbankan terhadap penurunan suku bunga acuan BI terbilang lambat. Berdasarkan data bank sentral, keputusan bank sentral memangkas suku bunga sejak Januari hingga September sebesar 175 basis poin, hanya mampu menurunkan suku bunga deposito sebesar 160 basis poin.

img_title Harga Emas Dunia Tiba-Tiba Rontok Saat Keyakinan The Fed Pangkas Suku Bunga Memudar

“Sementara suku bunga kredit, 123 basis poin atau 62 persen dari 175 basis poin policy rate yang diturunkan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Doddy menilai, perbankan masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan tingkat suku bunga, baik itu suku bunga deposito maupun kredit. Maka dari itu, bank sentral memperkirakan, perbankan baru menyesuaikan penurunan suku bunga kredit secara ekspansif tahun depan.

“Studi kami masih ada gap tiga atau empat kuartal untuk suku bunga perbankan, khususnya kredit. Tapi, transmisi terus berlangsung, dengan harapan nantinya suku bunga perbankan terus turun,” katanya.

Kandidaat Gubernur The Fed, jerome Powell

FOMC Terakhir Powell, The Fed Tahan Suku Bunga di Level 3,5 Persen

The Fed menahan suku bunga di 3,5–3,75 persen pada FOMC terakhir Powell di tengah lonjakan harga minyak dan ketidakpastian global, sinyal kebijakan masih hati-hati.

img_title
VIVA.co.id
30 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut