Gubernur BI Waspadai Pergantian Pimpinan The Fed

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, mencermati pergantian pimpinan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang dikhawatirkan memberikan sedikit guncangan di pasar keuangan. Dikhawatirkan juga ikut menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.896 per Dolar AS pada Jumat Pagi, Naik 19 Poin

“Kami mencermati pergantian pimpinan The Fed. Kalau belum ada kejelasan, bisa cukup bergejolak,” kata Agus di Jakarta, Kamis 19 Oktober 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agus menilai, para pelaku pasar keuangan kini sudah tidak lagi dihantui ketidakpastian normalisasi neraca keuangan The Fed, maupun rencana reformasi perpajakan yang akan dilakukan Presiden AS Donald Trump. Justru yang kini menjadi perhatian adalah pergantian pimpinan The Fed.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.855, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Belum lagi kondisi geopolitik dan situasi di semenanjung Korea yang dikhawatirkan memberikan sentimen negatif terhadap rupiah. Namun, terlepas dari hal itu, BI meyakini, kondisi perekonomian domestik masih cukup kuat menahan gejolak eksternal.

“Secara umum, Indonesia menunjukkan pemulihan. Semoga bisa lebih cepat,” kata mantan menteri keuangan itu.

img_title Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Tapi Diprediksi Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga BI

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate BI, rupiah pada hari ini berada di level Rp13.521 per dolar AS, sedikit melemah Rp7 dibandingkan posisi kemarin, 18 Oktober 2017 yang berada di level Rp13.514 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agus menyebut, level rupiah di kisaran itu telah mencerminkan kondisi fundamental ekonomi yang sebenarnya. BI pun menegaskan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai dengan nilai fundamentalnya, dan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar.

“Nilai tukar rupiah sekarang kompetitif. Kami di BI selalu ingin kurs mencerminkan fundamentalnya. Kondisi sekarang Rp13.500, tentu lebih kompetitif bagi Indonesia,” katanya. (art)

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Tertekan ke Rp17.913 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Rupiah melemah ke Rp17.913 per dolar AS pada sore hari ini, Senin 12 Oktober 2026. Pasar mencermati sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan data inflasi AS.

img_title
VIVA.co.id
12 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut