Saran Pengusaha untuk Kejar Target Rating Kemudahan Usaha

Hariyadi Sukamdani.
Sumber :

VIVA – Peringkat kemudahan berusaha di Indonesia dalam laporan tahunan Ease of Doing Business Bank Dunia 2018, naik 19 peringkat menjadi 72 pada 2018, dari peringkat 91 tahun ini. Posisi tersebut, menempatkan Indonesia berada di atas negara berkembang lainnya seperti Afrika Selatan, Filipina, dan Brasil.

img_title Bursa Saham Babak Belur, Prabowo Kasih Pesan Begini ke Investor

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai, bukan perkara mudah bagi pemerintah untuk meningkatkan peringkat kemudahan berusaha sesuai keinginan Presiden Joko WIdodo di posisi 40 dalam rating tersebut. Dibutuhkan konsistensi kebijakan untuk merealisasikan keinginan kepala negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pemerintah pusat dan daerah khususnya Jakarta dan Surabaya, mereka mempertaruhkan kredibilitasnya,” kata Hariyadi saat berbincang dengan VIVA.co.id, Jakarta, Rabu 1 November 2017.

img_title Tangani Kendala Investasi Para Pelaku Bisnis, Purbaya Janji Gelar Forum Rutin Mingguan

Menurut Hariyadi, raihan peringkat tersebut merupakan bukti kinerja pemerintah dalam beberapa tahun terakhir dalam memperbaiki iklim berusaha di Indonesia. Apalagi, harus diakui saat ini masih ada stigma miring yang beredar, terutama dalam implementasi kebijakan di lapangan.

Hal tersebut, ditegaskan Hariyadi, harus dibuktikan dengan konsistensi kebijakan pemerintah ke depan. Meskipun peringkat kemudahan dalam tiga tahun belakangan naik cukup signifikan, bukan berarti upaya perbaikan kemudahan berusaha dihentikan begitu saja.

img_title Tak Hanya Bagi Produk AS, Menperin Bakal Reformasi Aturan Soal TKDN

“Jadi, diperhatikan parameternya. Persaingan mau mendapatkan peringkat lebih tinggi lagi itu tidak muda, karena semua negara melakukan itu. Tapi tetap, harus konsisten. Kalau tidak konsisten, sama saja bohong dan bisa jadi bumerang,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan yang diterbitkan Bank Dunia, hanya mengukur indikator yang berasal dari wilayah Jakarta dan Surabaya. Menurut Hariyadi, apabila kedua wiilayah tersebut terus membaik, maka diharapkan ada efek domino yang bisa berpengaruh terhadap wilayah-wilayah lain dalam meningkatkan kemudahan berusaha.

“Bisa jadi benchmark, tolok ukur dari daerah lain. Karena sebenarnya, tidak mudah loncat sebegitu jauh. Ini positif sekali,” tuturnya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Tegaskan Pencabutan Izin Tambang Martabe Demi Perbaiki Iklim Investasi

Purbaya mengatakan, pencabutan izin tambang emas Martabe di Tapanuli, Sumatera Utara, merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki iklim investasi nasional.

img_title
VIVA.co.id
4 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut