Archandra Ungkap Kondisi Keuangan Pertamina Makin Merosot

Kilang Pertamina RU II Sungai (Sei) Pakning
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar mengakui, kondisi keuangan PT Pertamina kian merosot. Pertamina memang diketahui pada sembilan bulan pertama tahun ini mengalami penurunan pendapatan, akibat harga bahan bakar mimyak yang ditetapkan pemerintah tidak kunjung naik hingga akhir tahun.

img_title Memanas! Iran Sebut Serangan Fujairah Akibat Ulah Militer AS

Untuk itu, Arcandra yang juga Komisaris Utama PT Pertamina ini mempersilahkan perusahaan migas pelat merah itu untuk tidak mayoritas dalam kepemilikan saham pembangunan kilang di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Solusinya kan jelas, Pertamina juga boleh tidak majority, 10 persen juga boleh, 15 persen juga boleh," kata Arcandra di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat 3 November 2017.

img_title Iran Ancam Serang Kilang Minyak Negara Arab

Seperti diketahui, pemerintah telah menugaskan Pertamina untuk pembangunan proyek kilang salah satunya adalah Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap. Proyek pengembangan kapasitas kilang ini bekerjasama dengan Saudi Aramco.

Namun, kini kinerja keuangan Pertamina dalam kondisi tengah tidak stabil. Pada sembilan bulan pertama 2017, laba pertamina turun menjadi US$1,99 miliar, cukup jauh dibanding laba kuartal III 2016 yang mencapai US$2,83 miliar.

img_title Harga Minyak Dunia Naik Lagi Tembus US$98 per Barel Gegara Ketegangan Selat Hormuz Memanas

"Kita masih terus bicara dengan Pertamina, kalau khusus yang Cilacap," tambah Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana.

Ilustrasi Polisi Bongkar Kilang Minyak Ilegal

Kilang Minyak Ilegal Berhasil Dibongkar Polres Muba, Puluhan Ribu Liter Minyak Disita

Aparat kepolisian mengamankan puluhan ribu liter minyak mentah dan minyak hasil olahan dari sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas penyulingan minyak ilegal

img_title
VIVA.co.id
24 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut