Tarif Internet RI Diklaim Terendah Kedua di Asia

Telepon - smartphone - mobile phone - hp - gadget - internet - generasi milenial.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf

VIVA – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara membantah stigma yang menyebut tarif internet yang dikenakan sejumlah operator seluler domestik relatif mahal. Apalagi ada yang beranggapan bahwa tarif yang dibebankan tidak sesuai dengan layanan kecepatan internet yang diberikan.

img_title Akses Internet Jadi Fondasi Penting Genjot Ekonomi, MyRepublic Ekspansi Bisnis ke 9 Kota Baru

Menurut Rudiantara, tarif internet yang dikenakan di dalam negeri masih lebih rendah di antara negara-negara kawasan. Tarif internet di Indonesia, disebut berada nomor dua terendah di antara negara Asia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Masyarakat memang maunya hampir tidak bayar. Gratis saja. Kalau begitu, siapa yang beli jaringan?” kata Rudiantara di Jakarta, Minggu 5 November 2017.

img_title Backup Pusat Data Nasional Hanya 2%, Najwa Shihab: Sejak Kapan Kita Dianggap Penting?

Selain tarif internet yang lebih rendah, kecepatan internet di Indonesia dengan menggunakan 4G pun diklaim berada di urutan nomor dua setelah Singapura dengan kecepatan rata-rata sebesar tujuh mega byte per detik.

“Ini bukan Kominfo yang mengukur, tapi ada perusahaan independen di ASEAN. Jakarta lebih baik dari Bangkok, lebih baik dari Kuala Lumpur,” jelasnya.

img_title Viral Detik-detik Kedatangan Elon Musk Disambut Warga Denpasar

Meski tarif dan kecepatan internet di Indonesia cukup baik, namun Rudiantara mengakui masih ada beberapa wilayah Nusantara yang justru mendapatkan tarif tinggi, dan kecepatan internet yang lamban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Misalnya, seperti wilayah Papua dan Maluku. Maka dari itu, pemerintah pun berkomitmen untuk mengatasi disparitas tersebut, dengan menggencarkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

“Di Papua dan Maluku, kecepatan hanya 300 kilo byte per detik. Mereka juga membayar lebih mahal, dan ini tidak fair. Pemerintah ingin tidak hanya Jawa sentris, tapi juga seluruh Indonesia dengan pembangunan Palapa Ring,” tegasnya. (one)

Menteri Komunikasi dan Digitalisasi Meutya Hafid

Menteri Meutya Hafid: 2.330 Desa Belum Memiliki Akses Internet

Menteri Komunikasi dan Digitalisasi, Meutya Hafid, menghadiri peringatan Hari Bhakti Postel ke-80 di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (27/9/2025) pagi.

img_title
VIVA.co.id
27 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut