Target Tak Tercapai, Indonesia Percepat Perjanjian Dagang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVA – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku akan memanggil Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk merampungkan perjanjian perdagangan luar negeri ke sejumlah negara seperti Uni Eropa, Inggris, Turki, dan Australia.

img_title Tarif Ekspor ke Eropa Terancam Naik, Mendag Kejar IEU-CEPA Berlaku Januari 2027

Langkah ini ditujukan untuk membantu percepatan investasi di Indonesia yang diharapkan dapat mendorong kondisi pertumbuhan ekonomi lebih baik di 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Investasi kita masih perlu diangkat lebih banyak lagi dan ekspor harus lebih tinggi lagi, karena tinggal itu, kalau APBN kan sudah maksimum," kata JK di Jakarta, Selasa 7 November 2017.

img_title RUU Perampasan Aset Bisa Rampas Harta Pelaku Investasi Bodong untuk Pemulihan Korban

Sebelumnya, dalam pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Badan Pusat Statistik untuk kuartal III pada 2017, tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,06 persen.

Capaian ini di bawah target pemerintah, yang sebelumnya telah mematok pertumbuhan ekonomi pada tahun ini adalah sebesar 5,2 persen.

img_title Rosan Tegaskan Pimpinan Danantara Tunduk Kode Etik soal Investasi Pribadi
Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra (tengah)

Wakil Ketua Panja sebut Investasi hingga Haji Bodong akan Masuk RUU Perampasan Aset

Wakil Ketua Panja RUU Perampasan Aset, Soedeson Tandra menyebutkan, bahwa kejahatan investasi bodong, asuransi ilegal, arisan bodong, koperasi bermasalah hingga

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut