Wow! Sehari, Orang China Belanja Rp343 Triliun di Alibaba

Festival belanja Single's Day Alibaba di Shanghai, China
Sumber :
  • Reuters/Aly Song

VIVA – Raksasa e-commerce asal Tiongkok, Alibaba berhasil mengalahkan pencapaian pesaingnya, JD.com dalam momen festival belanja Single's Day, atau yang diadopsi di Indonesia menjadi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

img_title China Protes BYD hingga Alibaba Masuk 'Daftar Hitam' AS

Selama momen diskon belanja online besar-besaran pada 11 November lalu, Alibaba meraih nilai penjualan senilai US$25,4 miliar atau Rp343,24 triliun. Pencapaian Alibaba itu mengalahkan hasil dari JD.com yang membukukan penjualan dengan nilai US$8,5 miliar atau Rp113,4 triliun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip dari Qz.com, Selasa 14 November 2017, pencapaian Alibaba itu sudah tidak begitu mengejutkan, dengan melihat perkembangan penjualan yang diraih pada momen Single Day selama lima tahun terakhir. 

img_title Begini Jadinya Beli Range Rover Murah Meriah di e-Commerce

Data Alibaba yang dikutip Qz.com menunjukkan, nilai penjualan pada Single's Day dari tahun ke tahun terus meroket. Pada 2012, penjualan pada Single's Day Alibaba mencapai hampir US$6 miliar, hampir US$10 miliar (2014), hampir US$15 miliar (2015), dan tahun lalu penjualan pada Single's Day Alibaba US$17,8 miliar.

Pada momen hari belanja tersebut, transaksi menggunakan metode pembayaran Alipay mencapai 256 ribu transaksi pembayaran. Pencapaian itu lebih dari dua kali dari puncak belanja pada tahun lalu.

img_title Perkuat Ekosistem Digital RI, GoTo Gandeng Tencent dan Alibaba

Fakta lainnya, Alibaba memecahkan rekor sendiri pada Single's Day tahun ini. Alibaba mencapai pencapaian pada tahun sebelumnya, yakni US$17,8 miliar pada pukul 13.09 waktu setempat, atau hanya 13 jam setelah festival belanja itu dibuka. 

Selama festival belanja Single's Day, layanan pos China, State Post Bureau mengungkapkan mereka telah mengirimkan lebih dari 1 miliar paket yang dikirim ke seluruh penjuru negeri selama 11 November sampai 16 November 2017.

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

Bisnis Kripto Trump Disorot, World Liberty Pakai AI China yang Masuk Daftar Risiko AS

Bisnis kripto Presiden Donald Trump, World Liberty Financial, bekerja sama dengan WorldClaw yang menawarkan model AI China yang disorot pemerintah AS.

img_title
VIVA.co.id
18 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut