Pekerja Diganti Robot, Jokowi: Sudah Revolusi Industri ke-4

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
Sumber :

VIVA – Presiden Joko Widodo mengatakan, perubahan dunia semakin cepat saat ini. Bahkan, revolusi tersebut saat ini telah terjadi di dunia, khususnya sektor industri. 

img_title Indonesia Cetak 1,26 Juta Sarjana per Tahun, tetapi 1,3 Juta Lulusan Perguruan Tinggi Menganggur

Karena itu, menurutnya, hal ini menjadi perhatian pemerintah. Apalagi, saat ini, perubahan pola industri itu sudah mulai dirasakan di Indonesia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Revolusi industri yang keempat telah datang. Begitu pesat dan hampir di semua negara," kata Jokowi, dalam sambutannya pada acara Sarasehan DPD RI, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat 17 November 2017.

img_title Pengangguran Anak Muda China Capai Rekor 18,9 Persen, AI Bikin Persaingan Kerja Makin Ketat

Jokowi mengatakan, revolusi industri berada pada tiga dimensi, yakni dimensi digital, fisik, dan biologis. Dimulai dari internet, kemudian sudah masuk mobile internet hingga kini datang era robotik. 

Menurutnya, ada keuntungan dan kelemahannya dari revolusi tersebut. Salah satu keuntungannya adalah sangat besar pendapatan yang akan diperoleh negara. 

img_title Pengangguran Terbuka Usia Muda Capai 17,37 Persen, Akses Kerja dan Pendidikan Jadi Tantangan

"Dengan revolusi industri keempat tadi, memang ada potensi. Informasi yang kita peroleh ada potensi US$600 miliar. Kalau di rupiah kan, berarti hampir Rp10 ribu triliun," jelas Jokowi. 

Namun, kata dia, di sisi lain, ada juga kelemahannya yang harus diantisipasi dengan cepat. Karena, era robotik, secara otomatis membuat pengangguran semakin bertambah. 

"ILO (International Labour Organisation) memperkirakan terjadi 56 persen lapangan kerja di negara Asia, termasuk Indonesia, terdapak akibat otomasi-otomasi mesin, akibat robotik, dan lain-lain," jelasnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, lanjut Jokowi, fenomena itu akan diantisipasi dengan berbagai kebijakan agar lapangan kerja tidak terganggu. Sehingga, pada akhirnya revolusi ini menguntungkan berbagai pihak.

"Sehingga, yang tadi saya sampaikan silahkan terjadi di negara lain, tetapi jangan terjadi di Indonesia mengenai pengangguran tadi. Dari hal fundamental harus cepat kita selesaikan, sehingga kita meloncat menuju antisipasi," jelas Jokowi.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu dan Direktur PT Sentosa Garmindo Pratama Menandatangi Kerjasama

Atasi Pengangguran, Polres Metro Bekasi Kota Gandeng PT Sentosa Garmindo Melalui Program POLIRAN

Polres Metro Bekasi Kota menggandeng PT Sentosa Garmindo Pratama melalui program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) untuk meningkatkan keterampilan & kesiapan

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut