Tingkatkan Efisiensi, TPK Koja Terapkan ISO 9001:2015

Ativitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA –  Terminal Peti kemas (TPK) Koja berupaya meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan dengan menerapkan standar sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. TPK Koja menjadi terminal peti kemas yang pertama yang menerapkan ISO 9001:2015 di antara perusahaan-perusahaan sejenis di Tanjung Priok.

img_title Angkutan Peti Kemas Tumbuh Tertinggi, KAI Logistik Kelola 1,9 Juta Ton Barang pada Juli 2026

Manajer Quality Assurance & SMO TPK Koja, Imam Sumedi, menjelaskan pada 2017 perusahaan memulai migrasi dari ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015, ditandai dengan diterimanya sertifikat ISO 9001:2015 pada April 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, pada akhir Oktober 2017, TPK Koja juga telah dinyatakan layak menyandang sertifikat ISO 9001:2015 setelah dilakukan audit secara independen.  

img_title Terima Aduan Pengusaha, Purbaya Bakal Gandeng Kemenhub Atasi Disparitas Tarif Jasa Pelabuhan

“Dalam kerangka saya, setidaknya TPK Koja menjadi yang pertama (penerapan ISO 9001:2015). Dan kami berhasil meraih peringkat tertinggi score GCG dua tahun berturut-turut di antara seluruh anak perusahaan di bawah Pelindo II,” kata Imam dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 19 November 2017.

Menurut dia, perbaikan utama yang dituntut dalam penerapan standar ISO 9001:2015 antara lain proses bisnis yang lebih terorganisasi (organizing process) dan efisiensi di setiap proses bisnis serta melakukan peningkatan berkelanjutan (continual improvement).

img_title Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

“Mewujudkan ke tiga hal di atas, ISO versi 2015 mensyaratkan pada kemampuan perusahaan mendengar suara pelanggan dan antisipasi risiko bisnis,” ujarnya.

Imam menjelaskan pelanggan sebagai salah satu kunci utama dari pemangku kepentingan memiliki arti penting dalam pengembangan proses bisnis. Pelanggan bisa diartikan shipping line dan cargo owner serta para freight forwarder.  

“Perbedaan dari ISO 2008 dan ISO 2015, kami harus menyerap suara pelanggan, apakah mereka puas dengan kinerja dan pelayanan. Kami tidak punya pilihan lain kecuali bicara tentang efisiensi, risiko, dan mendengar suara pelanggan. Ini mesti mengubah paradigma. Tanpa itu kami tidak akan survive,” jelasnya.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan terkait efisiensi, lanjut dia, penerapan ISO 9001:2015 menuntut perusahaan memperbaiki efisiensi di setiap proses bisnis. Dengan proses bisnis yang makin efisien, tentu kinerja akan meningkat yang pada akhirnya bisa menarik lebih banyak pelanggan.

Salah satu manfaat penerapan ISO 9001:2015 antara lain peningkatan rasio bongkar muat peti kemas dari kapal atau Box Crane per Hour (BCH). Rata-rata BCH TPK Koja per September 2017 sudah mencapai 23 boks per jam, meningkat dari periode yang sama tahun lalu yaitu 20 boks.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut