Mengintip Pabrik Aluminium Milik Induk Usaha Tambang

Pabrik Inalum.
Sumber :
  • Fikri Halim/VIVA.co.id

VIVA – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) saat ini memiliki pabrik peleburan aluminium dan fasilitas pendukungnya di atas lahan seluas 200 hektare (ha), di Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Lokasi ini berjarak sekitar 110 kilometer dari kota Medan, Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara. 

img_title Inalum Operating Bakal Hengkang dari Holding BUMN Akhir 2021

Setelah ditetapkan sebagai induk usaha atau holding BUMN tambang, pabrik ini bakal difokuskan untuk mampu menjadi pabrik berkelas dunia. Pabrik ini diharapkan bisa memproduksi hingga ke produk-produk hilir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti velg mobil, pembuatan transmisi listrik tegangan tinggi untuk proyek 35 ribu MW, hingga untuk komponen roket yang diproduksi oleh BUMN strategis, PT Dahana. 

img_title Holding BUMN Industri Baterai Direncanakan Segera Terbentuk

Jurnalis VIVA berkesempatan menengok fasilitas produksi tersebut. Kompleks produksi Inalum terdiri atas tiga pabrik utama, yakni pabrik karbon, pabrik reduksi, dan pabrik penuangan. Selain itu, ada fasilitas pendukung seperti gas cleaning system dan pelabuhan milik Inalum yang memiliki tiga dermaga sebagai jalur masuknya impor alumina dari Australia.

Di pabrik karbon, merupakan proses pengolahan awal, dengan sejumlah material dicampur yang kemudian dibentuk menjadi blok anoda dan dipanggang hingga temperatur 1.250 derajat celsius. Kemudian, dipasang tangkai ke blok anoda yang sudah dipanggang itu menggunakan cast iron. 

img_title Erick Thohir: Pembelian Saham Vale Bagian Pengembangan Mobil Listrik

Lalu, di pabrik reduksi yang terdiri atas tiga bangunan yang sama, memiliki sebanyak 510 pot dengan tipe prebaked anode furnaces (PAF) yang beroperasi pada suhu 960 derajat celsius. Setiap pot mampu menghasilkan aluminium cair sekitar 1,3 ton atau lebih per hari. 

Pabrik Inalum.

Proses selanjutnya di pabrik penuangan. Di mana aluminium cair panas dengan suhu 800 derajat celsius dibawa oleh kendaraan charging ke dalam holding furnaces atau tempat pengolahan aluminium yang berkapasitas 30 ton. Aluminium cair ini kemudian dicetak, dan menghasilkan cetakan per batang seberat 22,7 kg aluminium ingot (batangan). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pabrik Inalum.

"Ingot 1 batang 22,7 kg, setelah didinginkan selama sehari, baru besok bisa dipegang. Jadi yang kami jual adalah ini, bahan bakunya ke Medan, Surabaya, dan lain-lain. Juga ini dicetak billet alloy, slam. Kalau billet itu untuk seperti jemuran. Kalau ingot bisa jadi velg juga nanti," ujar salah seorang pegawai Inalum yang memandu VIVA, Selasa 5 Desember 2017.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut