Berikut Sasaran Utama Hacker di Tahun 2018, Salah Satunya ML

Ilustrasi pengawasan internet.
Sumber :
  • REUTERS/Kacper Pempel

VIVA – Perusahaan antivirus asal Amerika Serikat, Symantec, mengungkap prediksi 'wilayah' teknologi yang rawan diserang peretas (hacker) pada 2018.

img_title Pengembangan AI Mobil Meluas

Director of System Engineering Symantec, David Rajoo mengemukakan, mulai dari teknologi yang sedang tren, Blockchain sampai kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), akan menjadi bidikan utama pelaku kejahatan siber.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rajoo mengatakan, jika Blockchain memang masih tergolong baru, namun teknologi ini menemukan aplikasi selain cryptocurrency dengan penggunaan antarbank dan basis internet of things (IoT) mendapatkan traksi.

img_title Ditanya soal Masa Depan Industri Pertambangan, Dany Singgung Teknologi dan Data

IoT adalah teknologi yang memungkinkan benda-benda di sekitar kita terhubung dengan internet. Rajoo melanjutkan, kasus tersebut masih dalam fase awal dan belum menjadi fokus bagi hacker.

Akan tetapi, ia menekankan bahwa hacker tidak akan menyerang namun fokus pada transaksi pertukaran koin dan pengguna dompet koin (e-wallet).

img_title AI Bisa Bunuh Miliaran Manusia, Begini Skenario Cara Kerjanya

Transaksi ini menjadi target termudah dan mendulang untung besar bagi penjahat siber.

"Para korban di sini juga akan dikelabui untuk memasang 'coin-miner' di komputer dan smartphone mereka. Di situ lah mereka menyerahkan CPU dan arus transaksi ke penjahat siber," ungkapnya di Jakarta, Selasa, 12 Desember 2017.

Director System Engineering Symantec David Rajoo (kiri).

Director of System Engineering Symantec, David Rajoo (kiri).

Tak hanya itu, Rajoo juga memprediksi hacker akan menyerang kecerdasan buatan dan mesin pintar (machine learning/ML) yang berperan untuk melindungi dan mendeteksi data pengguna seperti email dan lain sebagainya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan, apabila prediksi ini benar terjadi maka akan menjadi kasus pertama di mana AI dan ML dijadikan 'alat' serangan penjahat siber.

"Mereka akan menggunakan AI untuk menyerang dan mengeksploitasi jaringan korban. Jaringan ini biasanya menjadi bagian paling rentan agar mereka bisa menyusup dan meretas." (mus) 

Pendiri Gates Foundation Bill Gates di Istana Negara, 7 Mei 2025

Bill Gates Peringatkan Dampak AI, Ekonomi dan Kehidupan Bisa Berubah dalam 20 Tahun ke Depan

Bill Gates memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) berpotensi memicu gejolak ekonomi dan sosial selama dua dekade ke depan. Baca selengkapnya terkait peringatan Gates

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut