KPPU Pelototi 11 Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

Ketua KPPU, Syarkawi Rauf (Tengah)
Sumber :
  • Sherly/VIVA.co.id

VIVA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha, atau KPPU perketat pengawasan distribusi 11 pangan pokok pada saat Natal dan Tahun Baru. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada oknum spekulan yang mengambil keuntungan dari momentum ini. 

img_title Prabowo: Kita Surplus Telur, Negara Lain Harga Pangan Tinggi

"Kami melakukan pengawasan ketat dirantai distribusi hal itu, karena kecurangan ini sering terjadi di rantai distribusi hingga merugikan konsumen," ujar Ketua KPPU, Syarkawi Rauf di Tangerang, Rabu 13 Desember 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KPPU melakukan pemantauan dan pemetaan jalur distribusi dan produksi bahan pangan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk pemetaan pelaku usahanya dan pola-pola perilakunya. 11 pangan pokok yang dipelototi adalah daging sapi, daging ayam, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, beras, minyak goreng, jagung, kedelai, dan gula.

img_title Polri Awasi Kenaikan Harga Sampai Distribusi Bahan Pokok Jelang Lebaran 

"Fokus kita pada 11 pangan itu, karena berdasarkan gejolak yang kerap terjadi pada hari hari besar, komoditi itu yang kerap kali harganya dimainkan para pelaku distribusi," ungkapnya.

Dia pun menegaskan, bila ditemukan kecurangan pada proses distribusi barang pangan tersebut, dengan cara menaikkan harga yang sudah ditetapkan. KPPU tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas. 

img_title KPPU Endus Dugaan Persekongkolan Pengadaan Kereta Cepat Whoosh

"Kalau masalah penimbunan, sanksinya akan kita serahkan ke Kepolisian. Tetapi, kalau soal memainkan harga komoditi, maka sanksi akan kita berikan sesuai peraturan undang-undang," tuturnya.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi.

Tak Terganggu Aksi Demo, Bos Bapanas Jamin Distribusi Pangan Lancar

Arief memastikan, operasi pasar melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) di 4.320 kecamatan se-Indonesia juga masih berjalan lancar.

img_title
VIVA.co.id
2 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut