Buruknya Bahasa Asing Buat Daya Saing Pelaut RI Rendah

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang berlokasi di Marunda, Jakarta Utara, Minggu, 7 Januari 2018. Ia datang pukul 13.10 WIB dengan menggunakan kemeja putih, celana jeans dan sepatu kets.

img_title Menhub Belum Putuskan Impor KRL Bekas, KAI Targetkan Pengiriman Mulai Akhir 2026

Budi disambut oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan, Djoko Sasono, dan Ketua STIP, Sahattua. Menhub pun dipaparkan berbagai perkembangan terkini di STIP.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah mendengarkan berbagai masukan dan penjelasan dari Ketua STIP dan Kepala BPSDM, Menhub kemudian memberikan masukan untuk pengembangan sekolah di sektor perhubungan laut itu.

img_title Truk ODOL Jadi Sorotan, Kemacetan Pelabuhan Ketapang Diminta Tak Terulang

Hal yang terpenting disampaikan oleh Menhub adalah pengembangan bahasa asing, misalnya saja Bahasa Inggris yang harus dikuasai oleh pelaut Indonesia untuk bersaing di dunia industri.

"Mengenai pengembangan bahasa Inggris, kita tidak boleh hanya puas dengan yang ada. Harus ada self correction dengan yang ada," kata Budi di STIP.

img_title Kemenhub Mulai Serahkan Pemenuhan Hak Para Korban KMP Virgo Transport 8 ke Ahli Waris

Budi menilai kompetensi bahasa asing bagi para pelaut Indonesia masih cenderung lemah. Sehingga kurang berdaya saing dibandingkan dengan SDM negara lain di industri pelayaran.

"Di Asia katakanlah, di Singapura Filipina dan Thailand," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Budi pun berpesan, agar kurikulum maupun silabus yang ada di STIP mampu mengedepankan bahasa asing. Sebab, ditekankan Budi, pelaut Indonesia masih lemah dalam bahasa asing.

"Mungkin bahasa pengantarnya (kuliah) bisa dengan bahasa Inggris, bisa untuk si pengajar dengan bahasa Inggris. Dalam waktu yang pendek ini, dua atau tiga mata kuliah hendaknya menerapkan itu, mencari guru yang benar-benar mampu dan mereka fluently," paparnya. (ase)

Ilustrasi penggunaan dry ice untuk urai asap karhutla

48 Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla, 2.458 Penerbangan Terganggu hingga Oktober 2026

Kabut asap karhutla mengganggu 2.458 penerbangan hingga 17 Oktober 2026. Simak daftar bandara terdampak di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut