Ingin Terhindar dari Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai? Ini Caranya

Cermati Modus yang Sering Digunakan Para Oknum Penipuan
Sumber :

VIVA – Upaya penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai kembali marak terjadi menjelang akhir tahun. Mulai dari modus lama seperti barang kiriman dan penjualan online hingga modus yang terbilang baru seperti panggilan telepon melalui nomor yang menyerupai call center hingga panggilan notifikasi bea masuk dan pajak yang terutang.

img_title Kasus Pungli, Kejati Banten Sita Rp1,1 Miliar dari Bea Cukai Soetta

Dilihat dari korbannya pun sangat beragam mulai dari pelajar dan mahasiswa, masyarakat awam, pejabat hingga public figur seperti atlet Asian Games. Lalu bagaimana cara mengenali modus penipuan ini sehingga masyarakat tidak menjadi korban?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Sub Direktorat Komunikasi dan Publikasi, Deni Surjantoro, menyatakan setidaknya ada tiga modus utama penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai seperti yang telah disebutkan di atas.

img_title Rokok Ilegal Senilai Rp6,6 Miliar Disita Bea Cukai Aceh

“Sebenarnya modusnya itu-itu saja, tetapi karena mungkin masyarakat masih belum terlalu paham atau ada hal lain, misalnya kondisi psikologis orang itu kalau menerima barang pasti senang, tidak berpikir jernih dan curiga kalau ini penipuan, sehingga masih ada yang menjadi korban. Khusus modus baru yaitu panggilan notifikasi bea masuk atau pajak saat ini masih kita dalami,” ujar Deni saat ditemui disela kesibukannya, Jumat 21 September 2018.

Lebih lanjut Deni memaparkan secara gamblang bagaimana modus ini dijalankan. Modus pertama yakni barang kiriman adalah modus yang paling sering ditemukan. Di sini biasanya korban berkenalan dengan pelaku melalui apikasi sosial media. Dari kedekatan di sosial media tersebut, pelaku akan memanfaatkan kepercayaan korban. Pelaku mengirimkan paket yang biasanya berisi barang berharga seperti smartphone, barang elektronik, perhiasan, tas mewah, uang atau benda berharga lain. Dalam melancarkan aksinya tak jarang pelaku membeberkan resi palsu serta membuat halaman pengecekan palsu guna meyakinkan korban bahwa paket tersebut benar benar dikirim. Ketika korban melakukan pengecekan pada halaman palsu tersebut maka seolah olah barang sudah berada di Indonesia dan tertahan di Bea Cukai.

img_title CHT Sudah Naik Harga Rokok Tetap Sama, Begini Kata Bea Cukai

Lalu bagaimana cara mengenali resi palsu ini? “Biasanya resi palsu itu bentuknya ya gitu gitu aja, paling beda warna atau beda susunan, tapi formatnya mirip mirip. Lalu biasanya jenis kirimannya adalah Diplomatic Courier atau Domestic Courier,” kata Deni.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut