Kata Jonan Soal Proyek 35 Ribu MW Baru Beroperasi 1.362 MW

Menteri ESDM, Ignasius Jonan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan penyelesaian proyek ketenagalistrikan 35.000 Mega Watt (MW) tidak bisa ditempuh dalam tempo singkat.

Terimbas COVID-19, Proyek Pembangkit Listrik 2020 Cuma 55 Persen

Proyek strategis nasional tersebut membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 tahun untuk beroperasi dari masa konstruksi yang telah dilakukan. 

"Kalau ditulis capaian program 35 ribu yang sudah Commercial Operation Date (COD) atau Sertifikat Laik Operasi (SLO) sudah 1.362 MW, itu memang betul benar," kata Jonan dikutip dalam keterangan resmi Kementerian ESDM, Rabu, 7 Maret 2018.

Kualitas SDM Hambat Proyek 35 Ribu Megawatt, Peran Swasta Dibutuhkan

Dia mengatakan, itu merupakan realisasi sejak pertengahan 2015 lalu atau kalau dihitung sampai sekarang kurang lebih 2,5 sampai 3 tahun sejak dimulainya proyek 35 Ribu MW. Menurut dia, pengoperasian proyek tersebut membutuhkan waktu lebih lama karena menyesuaikan jenis pembangkit dan kapasitas. 

Meski begitu, Jonan membeberkan, ada pembangkit dengan kapasitas sebanyak 17.116 MW yang sudah melakukan konstruksi. Selebihnya juga ada yang sudah tanda tangan kontrak dan ada yang dalam tahap pengadaan serta tahap perencanaan.

Pertumbuhan Ekonomi di Bawah Target Bikin Proyek 35 Ribu MW Mandek

"Untuk yang tahap konstruksi ini tetap berjalan. Tidak ada masalah," tambahnya. 
 

PLTS di Desa Motihelumo, Gorontalo

PLN Janji Bangun Pembangkit EBT Usai Proyek 35 Ribu MW Selesai

PLN menyiapkan dua program dukung EBT, yaitu pencampuran biomassa ke PLTU batu bara atau co-firing dan konversi PLTD ke EBT.

img_title
VIVA.co.id
7 Mei 2021