Kriteria Mitra yang Ideal untuk Pertamina Kelola Blok Rokan

Ilustrasi blok migas.
Sumber :
  • dokumentasi pertamina

VIVA – Pengelolaan blok minyak dan gas bumi raksasa di Rokan, Riau akan segera jatuh ke tangan PT Pertamina. Setelah selama hampir satu abad blok migas tersebut dikelola oleh PT Chevron Pasific Indonesia. 

Subholding Gas Pertamina Sukses Uji Penyaluran Minyak Pipa Rokan

Mengelola suatu blok yang sudah tua dengan pun bukan hal yang mudah. Sebab, dengan cadangan migas yang sudah menipis, Pertamina membutuhkan energi yang besar untuk bisa memastikan produksinya tidak turun. 

Karena itu, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan, Pertamina membutuhkan mitra kerja yang tepat untuk mengelola blok migas yang produksinya mencakup 30-40 persen produksi nasional itu. 

SKK Migas Pede Blok Rokan Jadi Produsen Minyak Terbesar RI pada 2022

Dia menjabarkan sedikitnya ada dua kriteria mitra yang bisa mendorong kinerja Pertamina dalam mengelola Rokan. Yaitu, perusahaan yang memiliki keuangan yang kuat dan teknologi, khususnya pengelolaan migas yang mumpuni. 

"Karena kan keduanya itu penting. Kalau SDM tidak jadi persoalan karena sebagian besar dari Rokan itu akan masuk ke Pertamina," ujar Komaidi kepada VIVA, Jumat 31 Agustus 2018. 

100 Hari Dikelola Pertamina, WK Rokan Berhasil Bor 90 Sumur

Dia mengatakan, dengan kuatnya mitra dalam mengelola blok itu, Pertamina bisa juga fokus pada blok migas lainnya. Sehingga produksinya bisa terus terdongkrak. 

"Mitra kuat dalam teknologi dan financial dalam arti, Pertamina bisa untuk mengelola blok yang lain," tambahnya. 

Lebih lanjut menurutnya, kemampuan Pertamina mengelola blok tua pun tidak perlu diragukan lagi. Mitra yang berkerja sama pun kemungkinan untuk merugi dinilai kecil. 

"Dengan besaran Rokan, untungnya (mitra) lebih besar daripada ruginya," tegasnya. 

Dia pun meyakini, Pertamina akan lebih baik dalam pengelolaan Blok Rokan ke depannya. Apalagi mempunyai waktu yang lebih lama untuk lebih mengenal dan mempersiapkan diri dalam mengelola Blok Rokan, dibanding waktu mengambil alih Blok Mahakam.

"Saya kira Blok Mahakam jadi pelajaran untuk semuanya, terutama Pertamina," ungkapnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya