Bakrie Gandeng ITB Kembangkan Pemecah Gelombang

Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur Umar dan Rektor ITB, Kadarsah Surya.
Sumber :
  • Dok. Bakrie & Brothers

VIVA – PT Bakrie & Brothers Tbk, berkode saham BNBR dan Institut Teknologi Bandung menandatangani kerja sama penelitian dan pengembangan produk pemecah gelombang atau breakwater.

Rektor dan Dosen Berdamai, Perkuliahan SBM ITB Normal Lagi

Memorandum of Understanding (MoU) ini ditandatangani oleh Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur Umar dan Rektor ITB Kadarsah Suryadi di Gedung Rektorat ITB, Bandung, Selasa 29 Januari 2019.

Bobby mengatakan, BNBR optimistis terhadap kerja sama ini, karena secara geografis Indonesia memiliki salah satu garis pantai terpanjang di dunia, sehingga potensi kebutuhan akan produk breakwater sangat besar.

Konflik SBM-ITB, Ridwan Kamil Minta Jangan Korbankan Mahasiswa

“Kami ingin membantu pemerintah, dalam mengatasi masalah abrasi yang sering terjadi di wilayah bibir perairan. Sebagai langkah awal, kami akan menyasar area perairan di wilayah Jawa, terutama Jawa Tengah,” ujar Bobby.

Bobby menambahkan, pengembangan produk pemecah gelombang jenis A-Jack ini produksinya akan dilakukan oleh PT Bangun Bantala Indonesia (Bantala), yakni unit usaha di bawah PT Bakrie Building Industries (BBI). BBI sendiri adalah anak usaha BNBR, yang bergerak di bidang industri bahan bangunan.

Swakelola SBM-ITB Tak Sesuai Statuta, Forum Dosen Bilang Begini

Chief Executive Officer (CEO) Bantala, Yogi Pratomo Widhiarto menjelaskan, breakwater A-Jack sendiri adalah salah satu jenis produk pemecah gelombang yang penting untuk melindungi wilayah perairan seperti pesisir pantai, wilayah aliran sungai dan bendungan dari ancaman abrasi. Produk ini memiliki kemampuan tiga kali lipat lebih efektif dalam memecah gelombang air dibandingkan produk sejenis lainnya.

“Dari segi material produksi, produk tersebut juga membutuhkan sepertiga material yang lebih sedikit dibandingkan produk kompetitor, sehingga otomatis akan memengaruhi harga jual di pasaran,” kata Yogi.

Yogi menambahkan, pihaknya berencana menginvestasikan dana awal sebesar Rp15 miliar di tahun ini. Dana tersebut, akan digunakan untuk pembangunan batching plant dan operasional produksi dan aplikasi pemasangan breakwater di bibir pantai di salah satu ruas jalan tol di Jawa Tengah.

“Ruas tol ini berada di pinggir garis pantai dan berpotensi membutuhkan konstruksi breakwater sepanjang tujuh kilometer,” kata Yogi.

Selain proyek jalan, kata Yogi, Bantala juga sudah mempersiapkan diri untuk terlibat dalam proyek revitalisasi Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.

Rencananya, produk breakwater A-Jack tersebut juga akan diaplikasikan di pelabuhan itu. “Kami berharap, ke depannya bisa merambah hingga ke seluruh Indonesia,” terang Yogi.

Saat ini, produk A-Jack sudah banyak diaplikasikan di wilayah-wilayah pesisir seperti Pantai Ancol Jakarta, Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi, dan Kalibaru Jakarta.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya