Satu Bulan di Awal 2019, APBN Defisit Rp45,8 Triliun

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

VIVA – Kementerian Keuangan mencatat, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN pada 31 Januari 2019, mencapai Rp45,8 triliun. Defisit itu lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, yang sebesar Rp37,7 triliun.

Sosialisasi Pajak Bareng Sri Mulyani, Ganjar Minta Warga Jangan Takut

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan, naiknya defisit anggaran tersebut karena lebih cepatnya kenaikan belanja negara dibanding dengan pendapatan negara, meski keduanya sama-sama naik ketimbang capaian pada Januari 2018.

"Pertumbuhan penerimaan negara yang tumbuh 6,2 persen dan belanja yang tumbuh 10,3 persen dibanding tahun lalu. Dengan demikian, defisit Januari adalah Rp45,8 triliun lebih besar dari tahun lalu yang Rp37,7 triliun," katanya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu 20 November 2018.

Soal Banjir Rob, Bupati Demak Curhat ke Sri Mulyani Minta Bantuan

Lebih rinci, dia menjelaskan, realisasi pendapatan negara pada Januari 2019, mencapai Rp108,1 triliun atau sebesar lima persen, dari target APBN 2019 yang sebesar Rp2.165,1 triliun.

Sementara itu, dari sisi belanja negara, dia menjelaskan, pada Januari 2019 mencapai Rp153,8 triliun, atau sebesar 6,3 persen dari target belanja dalam APBN 2019 yang sebesar Rp2.461,1 triliun.

Sri Mulyani Akui 20 Tahun Desentralisasi Fiskal Banyak PR, Apa Saja?

Sri pun mengungkapkan, karena itu keseimbangan primer pada periode itu juga mengalami kenaikan defisitnya dibanding posisi Januari 2018, yakni negatif Rp22,8 triliun lebih tinggi dari negatif Rp14,2 triliun.

"Defisit anggarannya dalam persentase ke PDB (Produk Domestik Bruto) itu 0,28 persen. Keseimbangan primer kita juga lebih tinggi dibanding tahun lalu," ungkapnya. (asp)

Ilustrasi: Pemulihan Ekonomi. Foto: Shutterstock

Yuk Simak! Keberlanjutan Pemulihan Ekonomi Nasional 2022

Pandemi di Indonesia belum berakhir. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan pemerintah untuk menangani dampak ekonomi ialah Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

img_title
VIVA.co.id
15 Juni 2022