Upaya Kemenhub Tingkatkan Serapan Produksi Karet Dalam Negeri

Petani menyadap karet di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
Petani menyadap karet di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

VIVA – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya saat ini tengah berupaya mendorong agar karet alam bisa menjadi bahan baku industri perlengkapan jalan.

Nantinya, karet alam ini diharapkan bisa menggantikan plastik dan besi, yang kerap digunakan sebagai alat-alat fasilitas keselamatan lalu lintas seperti misalnya traffic cone, water barrier, roller barrier, hingga speed humb.

"Kami yakin hal ini akan mampu meningkatkan harga karet dalam negeri. Oleh karenanya, kita mendorong pelaku industri agar memproduksi (alat-alat fasilitas keselamatan lalu lintas dari) bahan karet, untuk kepentingan transportasi darat," kata Budi di Kemenko Perekonomian, kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin 25 Februari 2019.

Budi menjelaskan, dalam rakor mengenai Kebijakan Peningkatan Serapan Karet Dalam Negeri di kantor Kemenko Perekonomian hari ini, pihaknya akan merinci apa saja kebutuhan alat-alat fasilitas keselamatan lalu lintas selama lima tahun belakangan.

Dia menyebut, kebutuhan water barrier dalam lima tahun terakhir mencapai sekitar 195.905 unit, untuk memenuhi kebutuhan 2.350,86 kilometer jalan nasional.

Menurut Budi, total kebutuhan water barrier untuk 24.418,81 kilometer jalan nasional, jalan tol, jalan provinsi, dan jalan kabupaten/kota selama lima tahun terakhir, dipastikan mencapai sebanyak 2.034.901 unit.

"Selama ini semua alat itu masih menggunakan plastik, beton dan besi. Makanya kita akan coba untuk menggunakan bahan karet sehingga mungkin akan lebih awet," ujarnya.