Kanada Ambil Alih Saham Tol Cipali dari Malaysia

Sejumlah kendaraan pemudik melintas di tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jabar/Ilustrasi.
Sejumlah kendaraan pemudik melintas di tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jabar/Ilustrasi.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

VIVA – Dana pensiun Kanada, Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB), mengonfirmasi pembelian 45 persen saham perusahaan jalan tol asal Indonesia, PT Lintas Marga Sedaya (LMS).

Perusahaan ini merupakan pemegang konsesi dan operator jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Seluruh kepemilikannya akan diambil alih oleh mitra usaha saat ini, yaitu PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra) yang memiliki 55 persen saham dan CPPIB yang berhak atas 45 persen saham melalui PT Bhaskara Utama Sedaya (BUS).

Bhaskara merupakan anak usaha Astra Infra yang memiliki 45 persen saham LMS. Investasi CPPIB di LMS menandai debut pengelola dana pensiun Kanada tersebut di sektor infrastruktur Indonesia.

Transaksi jual beli saham ini diperkirakan rampung pada kuartal IV 2019 setelah kedua perusahaan memenuhi persyaratan dan ketentuan dari regulator, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Meski tidak disebutkan nilai kesepakatannya, namun CPPIB berminat untuk mengakuisisi seluruh saham LMS. Mengutip situs DealStreetAsia, Minggu, 22 September 2019, kesepakatan ini kabarnya bernilai US$500 juta (Rp6,9 triliun).

Senior Managing Director and Head of Asia Pacific CPPIB, Suyi Kim mengatakan, CPPIB dan BUS sama-sama akan mengakuisisi 55 persen saham di LMS dari PLUS Expressways International Berhad, anak perusahaan UEM Group Bhd, yang dimiliki dana kekayaan berdaulat Malaysia Khazanah Nasional.

"Langkah ini untuk memperdalam komitmen CPPIB di kawasan Asia Pasifik serta fokus kami pada investasi di pasar baru dengan karakteristik pengembalian dan risiko yang menarik," kata Kim.

Aksi akuisisi ini juga menandai akhir dari kiprah investor Malaysia sebagai pemegang saham mayoritas di badan usaha jalan tol.

Cipali memiliki jarak tempuh 117 kilometer. Ini merupakan jalan tol yang terpanjang di Pulau Jawa, menjadi simpul penting dalam jaringan jalan tol Trans Jawa.

Sementara, CPPIB memiliki portofolio aset infrastruktur yang beragam melalui sembilan kantor cabangnya di seluruh dunia.

Grup Infrastruktur CPPIB berfokus pada investasi skala besar yang berkualitas dengan mitra yang dapat diandalkan. Pada 30 Juni 2019, portofolio CPPIB di sektor infrastruktur bernilai US$25 miliar (Rp345,4 triliun).