BPS: Daya Beli Petani Naik pada Oktober 2020

ilustrasi petani beras
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yusran Uccang

VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional pada Oktober 2020 sebesar 102,25 atau naik 0,58 persen dibanding NTP September 2020 sebesar 101,66.

img_title Kawal Program Irigasi di Grobogan, Ibas: Infrastruktur Harus Dimanfaatkan untuk Kesejahteraan Rakyat

NTP salah satu indikator untuk melihat tingkat daya beli petani. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kenaikan NTP pada bulan itu dipengaruhi oleh naiknya NTP di tiga subsektor pertanian. Tertinggi NTP Subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 2,10 persen.

img_title Pemerintah Rangkul Warga Adat Dayak Selaraskan Hilirisasi Perkebunan dan Kearifan Lokal di Kalbar

"Karena ada kenaikan beberapa komoditas hortikultura seperti cabai merah, bawang merah dan juga beberapa jenis sayuran," kata Suhariyanto, Senin, 2 November 2020.

Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik 1,72 persen disebabkan naiknya indeks kelompok tanaman perkebunan rakyat khususnya komoditas kelapa sawit dan karet.

img_title Indonesia Perkuat Hilirisasi Mineral dan Transparansi Ekspor Komoditas, Bidik Nilai Olahan Nikel US$45 Miliar

Sementara itu, Subsektor Perikanan sebesar 0,23 persen disebabkan indeks komoditas rajungan dan ikan kembung naik 0,11 persen dan komoditas ikan bandeng payau dan udang payau naik 0,74 persen.

Subsektor Tanaman Pangan turun 0,10 persen karena indeks harga yang diterima petani dari kelompok palawija, khususnya komoditas ketela pohon dan kacang tanah mengalami penurunan sebesar 0,41 persen.

Begitu juga dengan Subsektor Peternakan turun 0,27 persen karena kelompok ternak besar dan kelompok hasil ternak mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,11 persen dan 0,07 persen.

Dari 34 provinsi, 25 provinsi mengalami kenaikan NTP, sedangkan 9 provinsi mengalami penurunan. Kenaikan tertinggi pada Oktober 2020 terjadi di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 2,49 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kenaikan tertinggi NTP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung disebabkan oleh kenaikan pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat khususnya komoditas kelapa sawit yang naik sebesar 6,44 persen," katanya.

Baca: Ekonom: UU Cipta Kerja Bisa Lindungi Lahan dan Sejahterakan Petani

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto (kiri)

Pemerintah Genjot Hilirisasi Perkebunan dari Hulu ke Hilir Guna Wujudkan Ketahanan Pangan

Pemerintah terus menggenjot upaya untuk mengembangkan hilirisasi perkebunan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut