Konsumsi Barang Harian Anjlok 4,9 Persen dalam Setahun Terakhir

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, di pasar tradisional Solo
Sumber :
  • VIVAnews/Fajar Sodiq

VIVA – Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, mengatakan, pandemi COVID-19 telah menyebabkan berbagai sektor bisnis mengalami kerugian, seperti misalnya sektor pariwisata, penerbangan, perhotelan, dan tidak terkecuali sektor perdagangan.

KPK Periksa Anggota DPR Fraksi PDIP Ihsan Yunus soal Dugaan Korupsi APD di Kemenkes

Hal ini menyebabkan pertumbuhan konsumsi barang kebutuhan sehari-hari (barang konsumsi harian) atau fast moving consumer goods (FMCG), mengalami tren penurunan dalam kurun waktu setahun terakhir.

"Di mana selama September 2019 sampai September 2020 (konsumsi FMCG) mengalami penurunan hingga minus 4,9 persen," kata Agus dalam telekonferensi, Rabu 11 November 2020.

Singapore PM Lee Hsien Loong to Resign After Two Decades on Duty

Agus menilai bahwa hal itu harus menjadi perhatian pemerintah dan para stakeholder terkait lainnya, termasuk di sektor ritel yang menjadi salah satu saluran bagi barang konsumsi harian tersebut.

Sebab, kontribusi bisnis di sektor ritel dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, pada kuartal III-2020 saja tercatat cukup tinggi.

PM Singapura Lee Hsien Loong Mundur dari Jabatan, Ini Sosok Penggantinya

"Yaitu dari sisi perdagangan memberikan kontribusi sebesar 12,83 persen terhadap PDB, dan dari sisi konsumsi memberikan kontribusi sebesar 57,31 persen," ujarnya.

Sementara itu, lanjut Agus, dalam sektor perdagangan selama lima tahun terakhir, sektor ritel memang selalu memberikan kontribusi yang selalu lebih tinggi dari 10 persen terhadap PDB.

Hal itu seiring dengan tingkat konsumsi FMCG, yang juga selalu memberikan kontribusi lebih besar yakni sebanyak lebih dari 50 persen terhadap PDB.

Karenanya, Agus memastikan bahwa pemerintah juga akan terus mendorong agar bagaimana bisnis di sektor ritel tersebut tetap bisa tumbuh di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini.

"Hal ini untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi secara nasional, di masa pemulihan ekonomi nasional sebagaimana yang gencar dilakukan oleh pemerintah saat ini," tuturnya. (art)

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja

Pilkada 2024 Berbeda dan Lebih Kompleks dibanding Pilkada Serentak Sebelumnya, Menurut Bawaslu

Ketua Bawaslu RI mengatakan bahwa Pilkada Serentak 2024 berbeda dan jauh lebih kompleks dibandingkan dengan penyelenggaraan pilkada serentak sebelumnya.

img_title
VIVA.co.id
22 April 2024