ABAC Tekankan RI Harus Punya Pengaruh di Asia Pasifik

ABAC.
Sumber :
  • M Yudha P/VIVA.co.id

VIVA – Ketua Dewan Penasihat Bisnis Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau APEC Business Advisory Council (ABAC), Anindya N Bakrie, mengatakan, pemerintah harus terus mendorong agar bagaimana Indonesia bisa mempunyai pengaruh di kawasan Asia Pasifik.

img_title Rapimnas Kadin 2026 Jadi Momentum Perkuat Daya Saing Ekonomi Indonesia

Karena, menurut Anindya, Indonesia mempunyai skala yang besar, baik dari sisi ekonomi maupun jumlah penduduk. Selain itu, mempunyai 'growth story' yang bisa dikatakan baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita harus berpikir agar bagaimana Indonesia bisa punya influence di Asia Pasifik," kata Anindya dalam telekonferensi 'APEC CEO Dialogues 2020', Kamis 19 November 2020.

img_title Presiden Prabowo Dorong Kesejahteraan Rakyat Lewat Program Gizi, Pendidikan, dan Kesehatan

Baca juga: OJK Ingatkan Nasabah, Merasa Enggak Nyaman Langsung Laporkan

Secara menyeluruh, Anindya menekankan bahwa melalui Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang baru disahkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu, mencerminkan saat ini Indonesia sangat terbuka untuk dunia bisnis.

img_title Ikut Langsung di Kolam, Anindya Bakrie Soroti Semangat Perenang Lansia di 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026

"Dan hal ini sangat disambut baik oleh kawan-kawan di APEC dan ABAC," ujar Anindya.

Selain itu, Anindya menekankan perlunya Indonesia dan 20 negara lainnya di kawasan Asia-Pasifik, untuk ikut berperan aktif dalam menciptakan iklim perdagangan bebas. Hal itu sebagaimana yang tertuang di 'Bogor Goals' sejak 1994.

Di mana, negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang sebelumnya tercatat sebagai negara berkembang, termasuk Indonesia, bisa segera bertransformasi menjadi negara-negara maju. Dengan dibukanya aspek perdagangan bebas di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita berharap bahwa kita juga bisa berperan lagi ke depannya, dalam menyukseskan 'Bogor Goals'. Di mana intinya, para negara maju sudah harus melakukan perdagangan bebas," kata Anindya.

"Jadi kalau di tahun 2010 atau tahun 2020 kita adalah negara berkembang, tapi setelah free trade dibuka, apalagi di masa pandemi COVID-19, maka di sinilah Indonesia juga harus terus berperan," ujarnya. (art)

Anindya Bakrie menegaskan pentingnya menjaga hubungan perdagangan dan investasi ASEAN di tengah persoalan karhutla.

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie Optimistis Hubungan Dagang RI dan Negara ASEAN Tetap Terjaga

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie tegaskan pentingnya menjaga perdagangan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura di tengah persoalan karhutla dan kabut asap lintas batas.

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut