Meterai Rp10.000 Berlaku 1 Januari 2021, Diedarkan Pekan Depan

Ilustrasi Materai 3000 dan 6000
Ilustrasi Materai 3000 dan 6000
Sumber :
  • Instagram/toko_akbarsatu

VIVA – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan tengah menyiapkan meterai tempel dengan nominal Rp10.000. Bea meterai tarif tunggal tersebut berlaku sejak 1 Januari 2021 sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai.

Undang-undang tersebut menggantikan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 yang menetapkan bea meterai sebelumnya sebesar Rp3.000 dan Rp6.000 hingga 2020. Dengan demikian bea meterai dinaikkan tahun ini dan hanya menjadi satu tarif saja.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP, Hestu Yoga Saksama mengatakan, hingga saat ini DJP masih melakukan desain meterai cetak tersebut. Ditargetkan, pada pekan depan meterai cetak tersebut sudah bisa diedarkan dan digunakan masyarakat.

"Kita sedang menyiapkan desain dan mencetak meterai baru Rp10 .000. Mudah-mudahan seminggu ke depan sudah selesai dan dapat diedarkan di masyarakat," kata dia kepada VIVA, Minggu, 3 Januari 2021.

Baca juga: Lebih 4.000 Jenazah COVID-19 Dimakamkan di TPU Tegal Alur, 57 per Hari

Selain untuk dokumen cetak, dokumen digital juga akan dikenakan bea meterai melalui undang-undang tersebut. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pemberlakuannya belum bisa dilaksanakan tahun ini.

Penyebabnya, dia menegaskan, pemerintah harus masih mempersiapkan infrastruktur penunjangnya hingga penyesuaian pemberlakuan. Di sisi lain, dia menegaskan, DJP masih melakukan perumusan aturan turunan UU Nomor 10 Tahun 2020.