Pengamat Pasar Modal: Strategi VIVA Lunasi Utang Langkah Cerdas

Pengamat Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo
Pengamat Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo
Sumber :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) menghasilkan kesepakatan penjualan 39 persen saham di PT Intermedia Capital Tbk (MDIA). Dengan transaksi penjualan saham senilai Rp2,43 triliun atau setara dengan 15,29 miliar saham itu, maka VIVA akan menjadi perseroan yang bebas utang atau debt free company.

Saham itu dilepas kepada Reliance Capital International Limited (RCIL) sebagai pihak yang disetujui kreditur.

Pengamat pasar modal, Lucky Bayu Purnomo menilai langkah VIVA menjual saham MDIA itu merupakan langkah yang cerdas dan inovatif. Apalagi kebijakan dalam skema pelunasan seluruh utang grup VIVA itu dilakukan di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Aksi korporasi ini disebut tidak akan memberikan efek dilusi terhadap kepemilikan pemegang saham lainnya di MDIA. Selain itu, juga tidak menyebabkan perubahan pengendalian terhadap MDIA dan entitas anaknya.

"Harga jual beli saham MDIA dilakukan di atas nilai buku. Utang dapat di-manage dengan baik dan kendali atas MDIA tetap berada di tangan VIVA," kata Lucky di kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 15 Maret 2021.

Baca juga: Sri Mulyani Mau Ubah Skema PPnBM Mobil Listrik, Ini Bocorannya

Lucky menambahkan, penyelesaian utang secara komprehensif ini diharapkan akan memberikan manfaat yang signifikan kepada grup VIVA. Manfaat-manfaat tersebut antara lain seperti mengurangi kewajiban utang perseroan dan entitas anak dalam denominasi dolar AS sehingga menghilangkan risiko fluktuasi penurunan nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS dan biaya hedging.