Menko Airlangga Klaim Penanganan Ekonomi oleh Pemerintah On The Track

Kepala LAN, Adi Suryanto dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Kepala LAN, Adi Suryanto dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Setahun lebih pandemi virus Corona menjadi mimpi buruk bagi negara-negara di dunia. Lebih dari 113 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi virus COVID-19. 

Di Indonesia sendiri kasus yang terkonfirmasi positif hingga April ini tercatat 1,6 juta. Hal ini menimbulkan berbagai dampak yang cukup signifikan, baik secara ekonomi maupun sosial, sehingga dibutuhkan konsep dan kerangka kebijakan publik yang tepat sebagai upaya pemulihan sendi-sendi ekonomi dan sosial akibat pandemi tersebut.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Adi Suryanto, dalam sambutannya pada kegiatan Visitasi Kerangka Manajemen Publik Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLIX Tahun 2021, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, yang berlangsung secara virtual, Senin 19 April 2021.

“PKN tingkat I Angkatan XLIX ini mengangkat tema Pemulihan Ekonomi dan Sosial akibat Pandemi. Tema tersebut sangat relevan dan urgent dilakukan dalam menghadapi kondisi saat ini, dimana Indonesia dan semua negara lainnya sedang berjuang untuk memulihkan sendi-sendi ekonomi dan sosial akibat Pandemi COVID-19,” ungkapnya dikutip dari keterangan tertulisnya.

Adi Suryanto melanjutkan melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat merumuskan kerangka kebijakan yang tepat, terutama dalam meningkatkan kualitas birokrasi, yang mendukung secara penuh kebijakan pemerintah di masa pandemi saat ini.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan penanganan ekonomi dan sosial masyarakat yang dilakukan pemerintah sampai saat ini telah on the track (pada jalur yang benar). Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang semula sempat anjlok di minus 5,32 persen pada kuartal dua tahun 2020, sekarang menjadi minus 2,07 persen, dan diproyeksikan akan terus bertumbuh menjadi 4,5 sampai dengan 5,3 persen.

“Pertumbuhan tersebut didorong dengan adanya program pemerintah terkait pemulihan ekonomi nasional, keberhasilan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, percepatan vaksinasi serta penerapan Undang-Undang Cipta Kerja,” ungkapnya.