Restrukturisasi Kredit Dipastikan Lanjut, OJK Siapkan Stimulus Baru

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso. (Foto ilustrasi)
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso. (Foto ilustrasi)
Sumber :
  • M Yudha Prastya/VIVA.co.id

VIVA – Otortias Jasa Keuangan (OJK) menegaskan, akan memperpanjang lagi program restrukturisasi kredit yang diberikan guna mendorong perekonomian. Langkah ini dilakukan karena perekonomian Indonesia kembali tertekan akibat penyebaran varian delta COVID-19.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, perpanjangan program ini menjadi penting untuk mendorong perbankan terus percaya diri menyalurkan kredit ke para nasabahnya.

"Kami dalam bidang perkreditan, perpanjangan POJK (Peraturan OJK) Nomor 48 sudah kami sampaikan diperpanjang," kata dia saat konferensi pers, Jumat, 6 Agustus 2021.

Meski demikian, Wimboh menekankan, regulasi yang akan digunakan untuk perpanjangan ini masih digodok. Selain itu juga masih ada pembicaraan dengan industri lembaga jasa keuangan.

"Terutama bagaimana jangka waktunya, kapan mulai, bagaimana industri punya kekuatan, ini sedang dalam perhitungan kami. Pada prinsipnya kami perpanjang. Kalau lebih cepat lebih baik," tegas dia.

Baca juga: Meski Keluar Resesi, Sri Mulyani Khawatirkan Ini dari Ekonomi RI

Secara resmi, kebijakan restrukturisasi kredit saat ini hingga 31 Maret 2022, dari sebelumnya hanya hingga 31 Maret 2021. Peresmian seiring dengan diterbitkannya POJK Nomor 48 /POJK.03/2020.