Aliran Modal Asing Keluar Rp5,92 T, Yield SBN RI Naik Jadi 6,21%

Logo Bank Indonesia.
Logo Bank Indonesia.
Sumber :
  • VivaNews/ Nur Farida

VIVA – Bank Indonesia mengumumkan, aliran modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia pada pekan ke-IV September 2021. Meski begitu, nilai tukar rupiah masih menguat.

Berdasarkan data transaksi 20-23 September 2021, BI mencatat, aliran modal asing yang keluar dari Indonesia Rp5,92 triliun. Terutama dari pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menyebutkan, total aliran modal asing itu terdiri dari yang keluar dari pasar SBN Rp6,83 triliun dan ke pasar saham yang masuk Rp910 miliar.

Baca juga: Dialog Soal KUR di Klaten, Airlangga Dapat Batik Simbol Keberuntungan

"Terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp6,83 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp0,91 triliun," katanya, Jumat, 24 September 2021.

Dengan catatan tersebut, Erwin menekankan, aliran modal asing yang masuk ke pasar Indonesia sejak Januari 2021 hingga periode ini hanya mencapai Rp11,18 triliun secara year to date (ytd).

"Berdasarkan data setelmen selama 2021 ytd, nonresiden beli neto Rp11,18 triliun," ungkap dia.

Keluarnya aliran modal asing ini seiring dengan meningkatnya salah satu indikator risiko dalam negeri, yakni premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun.

BI mencatat premi CDS Indonesia yang menjadi acuan investor tersebut naik ke level 76,18 basis points (bps) per 23 September 2021 dari 68,85 bps per 17 September 2021.

Kondisi ini juga menyebabkan imbal hasil atau yield SBN 10 tahun naik ke level 6,21 persen pagi ini dari kenaikan penutupan perdagangan kemarin di level 6,17 persen.

Sementara itu, untuk nilai tukar rupiah, BI mencatat masih terjadi penguatan pada pembukaan perdagangan pagi ini ke level Rp14.220 per dolar AS dari penutupan perdagangan kemarin Rp14.240.