Ekspor Terhambat Sertifikasi di Negara Tujuan? Ini Saran Kemendag

Ilustrasi kegiatan ekspor.
Ilustrasi kegiatan ekspor.
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Kementerian Perdagangan mengungkapkan cara mengubah tantangan persyaratan sertifikasi yang ditetapkan oleh sejumlah negara tujuan ekspor menjadi peluang untuk meningkatkan ekspor Indonesia.

Direktur Pengamanan Perdagangan Natan Kambuno menjelaskan, strategi menghadapi salah satu tantangan ekspor itu adalah melalui pemetaan dan memanfaatkan hasil-hasil kerja sama perdagangan internasional. Dia mengakui, persyaratan sertifikasi kerap kali menjadi hambatan dalam perdagangan karena standar yang diterapkan oleh negara tujuan ekspor lebih ketat dari standar internasional. 

Akibatnya, persyaratan sertifikasi muncul sebagai bentuk hambatan teknis perdagangan, terutama jika menjadi syarat wajib diterimanya produk Indonesia di negara tujuan ekspor.

"Namun, hal ini bisa disikapi para pelaku usaha Indonesia dengan melakukan pemetaan dan memanfaatkan berbagai kerja sama perdagangan internasional,” kata dia dalam siaran pers, Jumat, 24 September 2021.

Baca juga: KAI Percepat 1 Jam Waktu Tempuh Perjalanan KA Solo-Jakarta

Menurut Natan, pemetaan yang perlu dilakukan yaitu pemetaan terhadap perubahan standar perdagangan agar produk Indonesia dapat menembus pasar ekspor. 

Selain itu, lanjut Natan, berbagai kerja sama perdagangan internasional baik, persetujuan bilateral, multilateral, dan regional dapat membuka akses pasar yang lebih luas di berbagai jenis komoditas.