Rupiah Menguat Sentuh Rp14.070 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

Uang kertas rupiah dan dolar AS.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih terus menguat pada perdagangan Jumat, 15 Oktober 2021. Rupiah terus bergerak mendekati Rp14.000 per dolar AS.

img_title Rupiah Menguat Tipis di 3 November 2026, Ini Sentimen yang Menggerakkan Kurs

Di pasar spot, hingga pukul 09.05 WIB rupiah telah ditransaksikan di level Rp14.070 per dolar AS. Menguat 0,34 persen dari penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.117.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia terakhir atau kemarin sore berada di level Rp14.155 per dolar AS, melemah dari nilai tengah hari sebelumnya di level Rp14.221.

img_title Rupiah Gagal Menguat Meski Neraca Dagang Surplus, Ini Penyebabnya

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, penguatan signifikan yang dialami nilai tukar rupiah ini disebabkan oleh jatuhnya indeks dolar AS.

"Karena imbal hasil US Treasury yang lebih lama turun setelah data inflasi AS menunjukkan harga naik dengan kuat bulan lalu, sementara risalah dari pertemuan Federal Reserve September mengkonfirmasi pengurangan akan dimulai segera," ucapnya.

img_title Awal November Rupiah Belum Menguat, Analis Ungkap Kisaran Pergerakan Dolar AS

Baca juga: Viral Anak Dibiayai Sekolah Pilot Rp1 Miliar, Begini Jadinya

Pekerja menunjukkan uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Ibrahim menyatakan, imbal hasil pada Treasuries jangka pendek, yang biasanya bergerak seiring dengan ekspektasi suku bunga, meningkat setelah laporan inflasi AS naik 0,4 persen.

"Selain itu, lonjakan harga energi telah menambah kekhawatiran inflasi dan memicu taruhan bahwa Fed mungkin perlu bertindak lebih cepat untuk menormalkan kebijakan daripada yang diproyeksikan sebelumnya," papar dia.

Di sisi lain, Ibrahim melanjutkan, dari dalam negeri pelaku pasar keuangan menantikan rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal III-2021. Diperkirakan angkanya positif.

"Diperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh sekitar 3,5-4,5 persen year on year  (YoY) walaupun turun dari Kuartal II 2021 sebesar 7,07 persen. Optimisme  tersebut dipengaruhi oleh low base effect dan pengendalian COVID-19 yang semakin baik," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan berbagai perkembangan ini Ibrahim memperkirakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar sepanjang hari ini akan bisa ditutup menguat di rentang Rp14.080-14.130 per dolar AS.

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Melemah ke Rp18.156 per Dolar AS, Pasar Cermati Konflik AS-Iran hingga Inflasi Pangan Dalam Negeri

Rupiah ditutup melemah ke Rp18.156 per dolar AS pada Selasa (3/11/2026). Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah bergerak hingga Rp18.210 besok.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut