Asosiasi Fintech Cabut Keanggotaan Pinjol yang Digerebek Polisi

Penggerebekan kantor pinjol di ruko Cengkareng, Jakarta Barat.
Penggerebekan kantor pinjol di ruko Cengkareng, Jakarta Barat.
Sumber :
  • istimewa

VIVA – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengumumkan telah memberhentikan keanggotaan PT Indo Tekno Nusantara sebagai anggota pendukung kategori agen penagihan. Sebagaimana diketahui PT Indo Tekno Nusantara merupakan salah satu perusahaan yang telah digerebek Tim Krimsus Polda Metro Jaya terkait kasus pinjaman online (pinjol) ilegal.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Adrian Gunadi menekankan, tindakan penghentian keanggotaan ini dilakukan karena perusahaan tersebut melayani pinjol ilegal.

"Per tanggal 15 Oktober 2021 kemarin, AFPI telah memberhentikan keanggotaan PT Indo Tekno Nusantara sebagai anggota pendukung," kata dia dikutip dari keterangan resmi, Minggu, 17 Oktober 2021.

Baca juga: Intip Wajah Baru Bandara Lombok Jelang World Superbike 2021

Adrian pun mengatakan, tindakan ini juga sebagai wujud komitmen dan dukungan asosiasi dalam pemberantasan pinjol ilegal termasuk terkait dalam rangkaian penindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

"AFPI mengapresiasi setinggi-tingginya atas langkah penindakan terhadap pinjol ilegal baru baru ini oleh Kepolisian Republik Indonesia," paparnya.

Saat ini, jumlah anggota yang berada di bawah naungan AFPI dikatakannya terdiri dari 106 perusahaan penyelenggara Fintech Pendanaan Bersama dan 43 anggota pendukung ekosistem Fintech.