Kampung Jokowi Jadi Pilot Project BNI demi UMKM Tembus Eskpor

Produk UMKM mitra kerja bank BNI di Solo, Jawa Tengah, yang memanfaatkan platform BNI Xpora.
Produk UMKM mitra kerja bank BNI di Solo, Jawa Tengah, yang memanfaatkan platform BNI Xpora.
Sumber :
  • VIVA/Fajar Sodiq

“Tetapi yang jelas kehadiran kita itu lebih ke arah melakukan bisnis matching supaya kita terus memotong makelar-makelar sehingga mereka bisa langsung ketemu buyer di sana. Dan itu memberikan keuntungan yang lebih banyak,” katanya.

Gedung / Grha BNI 46

Gedung / Grha BNI 46

Photo :
  • vivanews/Andry Daud

Dia pun memberikan contoh salah satu pelaku UMKM di daerah sekitar Solo yang bergerak dalam kerajinan rotan. BNI Xpora berhasil mempertemukan pelaku UMKM itu dengan pembeli di Korea Selatan yang berminat dengan produk kerajinannya. Tak pelak pendapatan yang diperolehnya pun lebih banyak lantaran tak memakai perantara alias bertemu langsung melalui layanan platform itu.

“Aryasena itu kita temukan dalam forum ini dengan importir yang ada di Korea. Tenryata dari produk yang sama, dia bisa mendapatkan additional keuntungan karena langsung, ya. Jadi, intinya, supaya memotong distribusi yang ada,” katanya.

“Kedua, importir-importir yang ada di luar negeri sudah pakai platform; tidak pakai L/C, tapi pakai platform yang dia miliki. Kalau eksportir kita bisa masuk ke platformnya mereka itu sudah menunjukkan, pertama, kualitas ekspornya sudah bagus; kedua, jaminan terhadap payment sudah bergaransi; dan ketiga, dia bisa mengtahui kondisi barangnya sampai di mana dan laku berapa--itu selalu open. Jadi fairless itu bener-bener lebih terkontrol,” ujarnya.

Sempat tidak ada kontrak

Pemilik Aryasena Art and Furniture, Reza, mengaku sejak adanya pandemi sudah tidak bisa mengikuti lagi pameran di dalam dan luar negeri. Kini memasarkan produk kerjainannya melalui website juga sudah tidak efektif. Dengan kondisi itu menyebabkan penjualan untuk ekspror terhenti. “Selama dua tahun terakhir ini praktis tidak ada kontrak (perdagangan) dengan buyer.”